Iman Kristen Belajar Islam


Fatwa Islami : Komentar-2
November 29, 2008, 7:03 am
Diarsipkan di bawah: Tokoh Islam | Tag: , ,

 

Dalam konteks umat Islam yang masih dibelenggu doktrin fikih klasik, kelompok atau individu yang sudah divonis “murtad”, “kafir”, atau “sesat” berarti telah dihalalkan untuk dibunuh! Secara sewenang-wenang, mereka menggunakan sebaris hadis, ”man baddala dînahu faqtulûhu” (“barang siapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah ia”). “Mengganti agama” dimaknai murtad, kafir, atau sesat. Fatwa tersebut seperti vonis dalam pengadilan in absentia, tanpa klarifikasi dan pembelaan, dengan dakwaan sepihak.

Koran Tempo, Jum’at, 23 September 2005 
Rubrik Opini (lagi…)



Novel yang Islami
November 29, 2008, 6:48 am
Diarsipkan di bawah: Kekerasan dalam Islam | Tag: , ,

 

Tulisan ini mengulas sebuah novel termasyhur sastrawan Mesir Naguib Mahfouz, “Awlâd Hâratinâ”, dimuat di rubrik sastra Koran Tempo Minggu dua edisi: 4 Juni 2006 “Terusir dari Rumah Besar” dan 11 Juni 2006 “Anak-cucu Al-Gabalawi”

Terusir dari Rumah Besar

NOVEL penting Naguib Mahfouz, sastrawan Mesir peraih Nobel 1988, Awlâd Hâratinâ (Anak-anak Kampung Kami) kembali menyulut kontroversi di negerinya. Inilah novel yang telah menghujani Mahfouz dengan pujian sekaligus fatwa kematian! Sekalipun telah diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa dunia–dengan edisi Inggris dalam dua versi, The Children of Gebelawi dan Children of The Alley–novel ini tetap saja diharamkan terbit di Mesir. (lagi…)



Islam adalah Sumber Kebajikan
November 29, 2008, 6:33 am
Diarsipkan di bawah: Kekerasan dalam Islam | Tag: , , ,

 

Kini Thaha sudah tiada. Tapi namanya mengingatkan saya pada sosok Thaha lainnya yang akhir hayatnya bernasib sama. Thaha kedua adalah Mahmud Muhammad Thaha, guru dari pemikir muslim liberal asal Sudan, Abdullah Ahmad al-Naim.

Pena lebih tajam daripada pedang. Ungkapan itu kadang jadi pujian dan penghargaan bagi para penulis. Namun yang terjadi di Sudan justru sebaliknya: buah pena justru ditebas tajamnya pedang. Pena itu bernama Muhammad Thaha Muhammad Ahmad, Pemimpin Redaksi al-Wifâq, koran harian yang terbit di Khortum, ibu kota Sudan. (lagi…)



Alkitab versus Alquran : Komentar-1
November 29, 2008, 6:27 am
Diarsipkan di bawah: Sejarah Alquran | Tag: , , ,

 

Yth Para Penguasa,

Silakan anda simak ide yang akan membuat anak cucu anda jadi penguasa dunia.

Kita tarik semua kitab dari aliran manapun, semuanya kita lenyapkan dari peredaran.

Sebagai gantinya, kita buat sebuah kitab baru yang “paling lengkap”. Kita isi dengan segala macam doktrin (lengkap dengan iming-iming dan ancaman super sadis) untuk mengendalikan umat manusia. Agar pikirannya, keyakinannya dan perbuatannya selalu sejalan dengan misi kita: Menguasai Dunia. (lagi…)



Fatwa Islami : Komentar-1
November 29, 2008, 6:21 am
Diarsipkan di bawah: Tokoh Islam | Tag: , ,

Sebagai penganut ajaran yang paling benar sedunia akhirat, sebagai ulama yang penuh percaya diri, ya memang harus selalu kuatir, karena keimanan umat yang kuat itu gampang sekali tergoda oleh hal macam apapun. Wajar sekali bila kita selalu waspada dan selalu ingin mengharamkan apapun yang dikhawatirkan dapat menggoda iman dan mengurangi jumlah umat.

Karena itu niat Ulama Malaysia untuk mewaspadai dan mengharamkan Yoga (karena katanya dari ajaran Hindu) perlu didukung. (lagi…)



Islam Adalah Kasih Sayang
November 29, 2008, 6:17 am
Diarsipkan di bawah: Kekerasan dalam Islam | Tag: , , , ,

 

Pendek kata, misi Islam sebagai bedil adalah melenyapkan segenap ide dan gagasan kemanusiaan yang bersumber dari hasil olah nalar kreatif tanpa menyodorkan alternatif apapun. Karena itu, yang mengemuka adalah Islam sebagai bedil, bukan Islam sebagai badîl.

Saya pernah membaca buku intelektual dan mantan diplomat Jerman, Murad Hofmann, yang sebelum masuk Islam bernama Wilfried Hofmann, Der Islam als Alternative. Edisi Arabnya terbit dengan judul al-Islâm KabadîlBadil dalam bahasa Arab berarti alternatif. Jadi, buku itu menawarkan Islam sebagai alternatif. (lagi…)



Pentingnya Jihad
November 29, 2008, 6:13 am
Diarsipkan di bawah: Kekerasan dalam Islam | Tag: , , ,

 

Ketika kita membaca beberapa literatur Islam klasik dalam masalah jihad, makna peperangan merupakan makna yang baku bagi jihad. Mulai dari para ulama tafsir, hadis, dan fikih, yang telah sedemikian kuatnya “mengunci” jihad dalam makna peperangan saja. Ahli tafsir menyamakan ayat-ayat jihad dengan ayat-ayat pedang dan perang. Pertanyaannya kemudian, benarkah jihad identik dengan peperangan sebagaimana pendapat ulama-ulama di atas?

Pidato Paus Benediktus XIV beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa konsep jihad dalam Islam identik dengan pedang dan kekerasan, ditanggapi kemarahan yang tak wajar oleh umat Islam. Saya katakan tak wajar, karena seolah-olah umat Islam memandang bahwa menyamakan jihad dengan peperangan merupakan sebuah kesalahan yang fatal dan tidak dikenal dalam Islam. (lagi…)



Fatwa Islami
November 29, 2008, 6:07 am
Diarsipkan di bawah: Tokoh Islam | Tag: , ,

Islam tidak mengenal lembaga klerikal yang terpusat yang menentukan kata putus dalam segala hal yang berurusan dengan soal agama. Dalam Islam tak dikenal lembaga terpusat yang bisa memaksakan satu pendapat kepada seluruh umat. Sebuah fatwa, meskipun dikeluarkan oleh ratusan atau (bahkan) ribuan ulama, tetap saja hanyalah sebuah pendapat saja. Umat boleh mengikuti, boleh pula mengabaikan. Sebuah fatwa bisa ditentang oleh fatwa lain.

KERAPKALI kita membaca fatwa-fatwa yang menghebohkan. Beberapa hari lalu, ulama di Malaysia mengharamkan yoga. Sebagian besar ulama Saudi hingga sekarang mengharamkan perempuan untuk menyetir mobil. Beberapa ulama Saudi juga melarang perempuan memakai “bra” karena hal itu bisa menipu laki-laki, seolah-olah dia memiliki payudara yang besar, padahal belum tentu demikian, dan karena itu bisa dianggap sebagai menipu. (lagi…)



Sejarah Hadis – Komentar2
Oktober 25, 2008, 8:20 am
Diarsipkan di bawah: Sejarah Hadis | Tag: , ,

PERINGATAN : SANGAT PANJANG

Sejauh ini, entry saya kali ini adalah entry yang menurut saya paling ‘berbahaya’.

Anda hanya punya dua pilihan;

  • Membaca dan memahami entry ini sampai habis.
  • Tidak membacanya sama sekali.

Kalau anda membacanya setengah-setengah, resikonya adalah persepsi anda mungkin akan melantur jauh dari apa yang ingin saya sampaikan. Sebagian dari anda mungkin sudah tahu apa yang akan saya tulis. Sebagian mungkin tidak. Saya tidak tahu.

Jadi kalau mau baca, tolong sampai habis.

Tarik napas. Tulisan ini terdiri dari empat bagian. Tiga bagian pertama berdiri sendiri, dan bagian keempat bertugas merekatkan mereka menjadi sebuah kesatuan. Baca semuanya sekaligus atau tidak sama sekali. Sebab kalau anda baca setengah-setengah, mungkin anda akan terjebak fenomena mutilasi ayat, menyebabkan makna yang anda tangkap jauh dari yang ingin disampaikan penulis. Dan fenomena ini tidak langka.
Tutup mata dan berdoalah terlebih dahulu… (lagi…)



Sejarah Hadis – Komentar1
Oktober 25, 2008, 7:37 am
Diarsipkan di bawah: Sejarah Hadis | Tag: , , , ,

Muqaddimah

Judul yang mengerikan tetapi itulah apa adanya. Penjelasannya bisa sangat panjang dan akan saya buat dengan sesederhana mungkin. Apa itu Sunnah? Nah bahaya kan kalau anda salah menangkap apa yang saya maksud. Sederhananya saya ambil yang ini

Sunnah adalah apapun yang berupa perkataan, perbuatan dan sikap yang dinisbatkan kepada Nabi SAW.

Tidak percayakah anda kalau Sunnah ini sudah direkayasa!. Mari pikirkan kemungkinan-kemungkinannya. Rasulullah SAW hidup 1400 tahun yang lalu artinya kita terpisah ruang dan waktu yang sangat jauh untuk mengakses apa itu sebenarnya Sunnah atau Bagaimana Sang Rasul SAW sebenarnya. Semudah itukah? belum karena para Pemuka konservatif akan menjawab semua keraguan atas Sunnah dengan menyatakan bahwa para Ulama sudah melakukan metode tersendiri untuk menjaga kemurnian Sunnah. Mereka telah melakukan pencatatan atas Sunnah dan Melakukan penyaringan dengan Metode khusus yang dapat anda lihat dalam Ulumul Hadis(yah berkaitan dengan Jarh wat Ta’dil dan sebagainya). (lagi…)



Sejarah Hadis
Oktober 25, 2008, 7:26 am
Diarsipkan di bawah: Sejarah Hadis | Tag: , , ,

 

TEMAN-teman yang akrab dengan studi Islam yang dikembangkan oleh orientalis di dunia akademia Barat sudah tentu mengenal teori proyeksi yang dikembangkan mula-mula oleh Ignaz Goldziher, diteruskan oleh Joseph Schacht, dan kemudian diradikalkan lagi dalam studi Quran oleh John Wansbrough.

Inti teori ini adalah bahwa banyak hadis sebetulnya muncul dan “dibuat” belakangan sebagai bagian dari debat-debat di kalangan ahli fikih perdana, kemudian dinisbahkan ke belakang (projected back) kepada Nabi. Kasus kongkretnya adalah: misalkan saja seorang ahli fikih sedang berdebat tentang suatu hukum. Lalu ia “menciptakan” sebuah hadis guna memberikan legitimasi dan otoritas pada pedapatnya itu, dan menisbahan hadis “buatan”-nya itu kepada Nabi.

Praktek “membuat hadis” palsu sangat luas terjadi dalam sejarah Islam perdana, terutama di kalangan para “da’i” dan penceramah yang disebut “al-qash-shash“. Agar ceramahnya menarik perhatian umat dan diperhatikan, seorang qash-shash sengaja menciptakan sebuah hadis dan dinisbahkan kepada Nabi. (lagi…)



Kasih versus Keadilan
Oktober 19, 2008, 5:19 pm
Diarsipkan di bawah: Belajar Makna | Tag: , , , ,

 

Agama–terutama agama-agama besar dunia–merupakan gerakan kritik pada upaya penistaan atas manusia. Jika prinsip-prinsip dasar ajaran ini menjadi muatan dakwah dan misi Islam dan Kristen, maka kedua agama itu bisa saling melengkapi dan mempersyaratkan. Yang diuntungkan dari dakwah dan misi seperti ini tentu bukan hanya umat Islam dan Kristiani, melainkan seluruh umat manusia, terutama yang tertindas atau teraniaya. 

Islam dan Kristen adalah dua agama paling gencar dalam menyampaikan ajaran-ajarannya ke tengah masyarakat. Penyampaian ajaran itu dalam Islam disebut dakwah, dan dalam Kristen disebut misi atau pengabaran injil. Dalam Islam, perintah penyebaran ajaran itu tertuang dalam Alqur’an dan hadits Nabi Muhammad. Allah berfirman, “Ajaklah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmat-kebijaksanaan, nasehat yang baik, dan dialog yang konstruktif (wa jadilhum billati hiya ahsan)” [QS, al-Nahl (16): 125]. Nabi Muhammad pun pernah bersabda, “Sampaikanlah sekalipun satu ayat dari ajaranku” [ballighu `anni walaw ayatan]. (lagi…)



Strategi Pembentukan Khilafah Islam
Oktober 16, 2008, 11:35 am
Diarsipkan di bawah: Sejarah Islam | Tag: , ,

Ketika Muhammad membangun komunitas politik di Madinah, dia tidak pernah mengemukakan satu bentuk pemerintahan politik standar yang harus diikuti oleh para penerusnya kemudian. Apa yang disebut politik Islami tidak lebih dari ijtihad politik para elit Islam sepeninggal Muhammad. Tidak ada mekanisme politik standar yang berlaku bagi pemerintahan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Masing-masing terpilih melalui mekanisme politik yang berbeda. Pemerintahan-pemerintahan selanjutnya bahkan menjadi sangat lain, karena yang ada hanyalah pemerintahan berdasarkan garis keturunan.

Reportase Tadarus Ramadan JIL “Mengaji al-Islam wa Ushul al-Hukm” karya Ali Abd. Raziq (1888 – 1966)

Perdebatan seputar institusionalisasi politik Islam melalui negara yang mengemuka pada diskusi kedua Tadarus Ramadan Jaringan Islam Liberal menjadi tema utama pada diskusi yang ketiga ini. Diskusi ini (lagi…)



Sejarah Nabi Muhammad
Oktober 7, 2008, 1:44 pm
Diarsipkan di bawah: Sejarah Islam | Tag: , , , ,

Terlepas dari sisi kontroversinya, buku ini dapat memberi kita perspektif baru tentang bagaimana menyikapi sejarah dan ajaran Islam itu sendiri. Melalui buku ini, kita diajak menggali akar-akar keyakinan secara lebih obyektif, meyakinkan dan tidak membebek (taqlid). Buku ini juga dapat menjadi rujukan penting ketika berbicara tentang masyarakat madani (civil society), negara Islam dan penerapan syariat Islam.

Judul Buku : Al-Hizbul Hâsyîmiy wa Ta’sîsud Daulatil Islâmiyyah (Klan Bani Hasyim dan Pembentukan Negara Islam) 
Penulis : Sayyid Mahmud al-Qumni 
Penerbit : Maktabah al-Madbûlis Shaghîr, Cetakan IV, 1996. 
Tebal : 160 halaman (lagi…)



Kekuatan Penjagaan Hadis
Oktober 6, 2008, 4:58 pm
Diarsipkan di bawah: Belajar Makna | Tag: , ,

[Catatan: Surat di bawah ini saya tulis untuk Prof. Muhammad Machasin, dosen UIN Yogyakarta. Semula surat ini saya kirim ke milis Islam Liberal sebagai tanggapan atas surat Prof. Machasin yang memberikan komentar atas tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Teori proyeksi dalam studi hadis: Kritik atas Hizbut Tahrir”. Saya tidak bisa memuat surat tanggapan Prof. Machasin, sebab belum memperoleh izin dari yang bersangkutan. Saya hanya ingin memuat tanggapan balik saya yang masih ada kaitan dengan artikel saya sebelumnya. Surat saya di bawah ini saya anggap sebagai “appendix” untuk tulisan saya sebelumnya itu.]

*******************

Prof. Machasin,
Tanggapan anda sangat menarik. Terima kasih sekali. (lagi…)



Toleransi dalam Islam
September 26, 2008, 5:03 pm
Diarsipkan di bawah: Tokoh Islam | Tag: , ,

Pola pandang dan sikap yang terus menghargai perbedaan dalam kerangka keragaman etnis, budaya, dan agama di Indonesia, masih tetap manjadi ciri khas KH. Abdurrahman Wahid, mantan orang nomor satu di negeri ini. Kyai nyentrik yang akrab disapa Gus Dur itu, kembali mengingatkan pentingnya menolak penyeragaman cara pandang, sikap, maupun perilaku dalam beragama dan bernegara di negeri ini.

KH Abdurrahman Wahid, mantan orang nomor satu di negeri ini, kembali mengingatkan pentingnya menolak penyeragaman cara pandang, sikap, dan perilaku dalam beragama dan bernegara. Berikut wawancara M. Guntur Romli dan Alif Nurlambang dengan Gus Dur di Radio Utan Kayu pekan lalu. (lagi…)



Rahasia Belajar Islam
September 13, 2008, 2:28 pm
Diarsipkan di bawah: Tokoh Islam | Tag: , ,

Pengetahuan kita amatlah terbatas, sehingga kita tidak bisa berlagak laiknya Tuhan. Hanya Tuhan lah Tuhan. Sementara kita di atas bumi ini harus menciptakan sebuah tatanan masyarakat di mana kita dapat berbeda, berdebat, dan bertentangan satu sama lain secara damai, beradab dan tanpa rasa takut. Jika kita melakukan itu, berarti kita sedang memuja Tuhan, karena dengan demikian berarti kita menyadari bahwa hanya Allah-lah yang memiliki kebenaran mutlak.

Akhir bulan April 2008 lalu, Irshad Manji berkunjung ke Jakarta untuk meluncurkan terjemahan buku bestseller internasionalnya, The Trouble with Islam Today. Edisi bahasa Indonesianya berjudul “Beriman Tanpa Rasa Takut”, (lagi…)



Alkitab Versus Alquran
September 6, 2008, 2:00 pm
Diarsipkan di bawah: Sejarah Alquran | Tag: , ,

SAYA sering terganggu oleh sikap beberapa kalangan Muslim apologetik yang dengan mudah menunjukkan adanya kontradiksi dalam Kitab Perjanjian Lama dan Baru. Dengan gigih sekali mereka mencoba memperlihatkan bahwa dalam dua kitab “suci” itu tersua sejumlah pertentangan internal.

Usaha itu bukan tanpa tujuan: yaitu untuk menunjukan kehebatan Quran sebagai Kitab “Suci” yang paling baik, solid, koheren, logis, tidak mengandung pertentangan internal apapun. Lalu mereka mengutip sebuah ayat dalam Quran yang terkenal, “Afala yatadabbarun al-Quran, wa law kana min ‘indi ghair al-Lahi lawajadu fihi ikhtilafan katsira.” (4:82) Artinya: Apakah mereka tak merenungkan secara mendalam mengenai Quran itu; seandainya ia berasal dari selain Tuhan, maka sudah pasti mereka akan menjumpai banyak pertentangan di dalamnya. (lagi…)



Orientalisme dan Sejarah Alquran
September 6, 2008, 1:34 pm
Diarsipkan di bawah: Sejarah Alquran | Tag: , , ,

Sejak Edward Said melakukan serangan terhadap orientalisme, studi kritis tentang sejarah pembentukan Islam menjadi sebuah anatema (sesuatu yang kurang disukai). Sarjana Muslim yang hendak melakukan studi kritis terhadap Al-Qur’an, atau Hadis, atau sejarah Nabi Muhammad, akan ragu, karena mereka khawatir disamakan dengan para orientalis yang memang memiliki citra sangat buruk di dunia Islam.

Dengan beban psikologis seperti itu, studi kritis terhadap sumber-sumber Islam klasik tak bisa lagi dilakukan secara bebas. Para sarjana Islam yang mencoba melakukan kritik terhadap tradisi Islam klasik merasa perlu terlebih dahulu melakukan “disclaimer” bahwa mereka bukanlah orientalis dan apa yang mereka lakukan sesungguhnya demi kebaikan peradaban Islam, dan bukan karena membela kepentingan Barat atau orientalisme. (lagi…)



Pandangan Terhadap Jihad
September 6, 2008, 1:19 pm
Diarsipkan di bawah: Kekerasan dalam Islam | Tag: , ,

Ada yang luput dari perhatian kita di tengah gencarnya berita tentang terorisme akhir-akhir ini. Beberapa hari lalu (4/12), sekelompok organisasi Islam “garis keras” mengadakan pertemuan yang menurut saya cukup penting, khususnya karena mereka mendiskusikan tema yang sangat relevan, yakni tentang konsep jihad.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh, antara lain, MMI (Majelis Mujahidin Indonesia), FPI (Front Pembela Islam), dan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), para aktivis Islam itu berpandangan bahwa jihad tidak bisa dilakukan dengan cara-cara yang tidak manusiawi, seperti meneror dan melakukan bom bunuh diri.

Peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di tanah air selama ini, menurut mereka, bukanlah jihad, dan karenanya para pelakukanya bukanlah syahid (martir) yang mendapatkan ganjaran surga. Sebaliknya, para pelaku bom bunuh diri itu adalah penjahat yang harus dikecam. (lagi…)