Iman Kristen Belajar Islam


Buku Pelajaran Islam
Agustus 30, 2008, 2:39 pm
Diarsipkan di bawah: Kekerasan dalam Islam | Tag: , ,

Di hampir setiap buku daras (text book) yang diajarkan di sekolah-sekolah Arab Saudi –dan saya kira juga di negeri Islam lainnya—murid-murid diajarkan tentang keluruhan Islam dan Islam sebagai satu-satunya agama yang benar.

Baru-baru ini, Centre for Religious Freedom, sebuah lembaga yang menekuni bidang kebebasan beragama di Amerika Serikat, mengeluarkan hasil penelitian tentang kurikulum dan buku-buku yang diajarkan di sekolah-sekolah Arab Saudi. Salah satu temuan penting penelitian itu adalah bahwa kurikulum dan buku-buku Islam yang diajarkan sekolah-sekolah Arab Saudi penuh dengan kebencian dan permusuhan terhadap agama Yahudi, Kristen, dan kaum Muslim yang tak sepaham dengan ajaran Wahabi.

Penelitian itu cukup komprehensif. Dengan melibatkan beberapa peneliti dari Timur Tengah dan Arab Saudi sendiri, tim peneliti mengambil buku-buku daras yang diajarkan di sekolah-sekolah, dari Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat menengah (SMU). Sebagian besar buku itu adalah buku-buku mengenai teologi (Tauhid) dan sebagian lain mengenai hukum Islam (Fikih) dan hadis.

Hasil penelitian itu sangat menarik dan penting untuk disimak, karena meskipun obyek penelitiannya hanya Arab Saudi, tema yang diangkat menyangkut ajaran dan doktrin Islam yang erat terkait dengan kaum Muslim secara lebih luas. Apalagi Arab Saudi dianggap sebagai “pusat” dan “model” Islam oleh banyak kaum Muslim di dunia.

Arab Saudi dikenal sebagai negara yang secara keras menerapkan hukum Islam. Secara resmi negara mendeklarasikan diri sebagai kerajaan Islam dan mempraktikkan aturan-aturan sosial-kemasyarakatan secara Islami. Pendidikan Islam juga ditekankan secara berlebihan, dengan pemisahan laki-laki dan perempuan di sekolah-sekolah, dan memasukkan materi-materi keagamaan pada setiap disiplin ilmu.

Kurikulum yang diajarkan sekolah-sekolah Arab Saudi sesungguhnya juga tidak unik. Beberapa doktrin dan ajaran Islam yang diajarkan kurikulum itu dengan mudah dapat dijumpai di sekolah-sekolah lain di Timur-Tengah. Kita bahkan juga bisa menjumpai beberapa materinya di sekolah-sekolah Indonesia.

Secara umum, kurikulum keislaman yang diajarkan di dunia Islam diambil dari sumber-sumber utama Islam seperti Alquran dan Hadis. Sumber lain adalah buku-buku fikih dan teologi yang dikarang ulama-ulama zaman dahulu. Beberapa dari sumber-sumber itu memang mengandung anjuran-anjuran intoleransi dan permusuhan terhadap agama atau sekte lain. Hal ini lumrah belaka, karena masa pembentukan Islam juga diwarnai oleh ketegangan dan pertentangan, baik dengan Yahudi-Kristen maupun sekte-sekte sempalan.

Karena itu, tidak mengherankan jika kita menemukan di kurikulum itu adanya anjuran untuk membenci kaum Yahudi, Kristen, atau Syi’ah. Saudi Arabia dikenal sebagai negara yang sangat membenci sekte Syi’ah, selain Sufisme.

Di hampir setiap buku daras (text book) yang diajarkan di sekolah-sekolah Arab Saudi –dan saya kira juga di negeri Islam lainnya—murid-murid diajarkan tentang keluruhan Islam dan Islam sebagai satu-satunya agama yang benar. Doktrin ini bukan ciptaan ulama, tapi merupakan ajaran yang dinukilkan langsung dari Alquran yang mengatakan “siapa saja yang menghendaki agama selain Islam, tak akan diterima” (Q.S. 3:85).

Agama-agama besar lainnya selalu dipersepsi sebagai agama yang sesat, jahat, dan selalu memusuhi Islam. Ini juga merupakan derivasi langsung dari Alquran: “Orang-orang Yahudi dan Nasrasi tak akan rela sehingga kalian semua masuk ke dalam agama mereka” (Q.S. 2:120).

Rasa benci dan permusuhan kepada Yahudi dan Kristen telah ditanamkan sejak sangat dini kepada anak-anak Muslim. Sebuah buku pengajaran untuk anak Kelas 1 SD di Arab Saudi, misalnya, memaparkan sebuah soal yang harus dijawab, sebagai berikut:

“Isilah titik-titik berikut dengan kata-kata yang cocok (Islam, neraka): Setiap agama selain …….. adalah sesat. Setiap orang yang mati di luar Islam akan masuk ke ………”

Kepada siswa kelas 4 SD diajarkan tentang makna iman yang benar, yakni bahwa “iman yang benar adalah bahwa kamu membenci musyrik dan kafir tapi tidak memperlakukan mereka secara tidak adil.” Musyrik dan kafir selalu merujuk kepada Yahudi, Kristen, dan agama-agama lain di luar Islam.

Permusuhan kepada orang-orang yang tidak seiman selalu ditekankan. Dalam hal ini, “tidak seiman” bukan hanya berarti orang-orang Yahudi dan Nasrani, tapi bisa siapa saja yang memiliki keyakinan berbeda, termasuk saudara Muslim sendiri yang dianggap “tidak seiman.” Secara jelas, ini diajarkan pada siswa kelas 6 SD, dengan menegaskan bahwa orang yang seiman, meski tak punya hubungan darah adalah saudara, tapi orang yang tak seiman, meskipun saudara, adalah musuh.

Siswa-siswa SMP diajarkan materi keagamaan yang lebih matang, meski nuansa-nuansa kebencian tetap dipelihara. Kepada kelas 2 SMP, anak-anak sekolah di Arab Saudi diajarkan hadis Nabi yang entah sahih atau daif: “monyet-monyet adalah Yahudi, orang-orang Sabat; sementara babi-babi adalah orang-orang Kristen, yang menentang Nabi Isa.”

Kebencian terhadap Yahudi dan Kristen terus dipelihara sepanjang masa. Hampir setiap kelas, rasa kebencian dan permusuhan itu terus dijaga. Kepada kelas 3 SMP, siswa diajarkan bahwa pertentangan antara Muslim dengan Yahudi dan Kristen akan bertahan terus sampai hari kiamat. Mengapa demikian? Jawabnya, karena Allah menghendaki demikian.

Siswa-siswi SMA diajarkan materi yang lebih luas dan lebih analitis, meski nuansa kebencian dan diskriminasi tetap terlihat jelas. Dalam mata pelajaran Fikih, misalnya, diajarkan bahwa nilai hidup orang-orang non-Muslim adalah separuh dari orang-orang Muslim yang merdeka. Status nyawa mereka sama dengan budak yang beragama Islam.

Secara umum, perlakuan kurikulum Arab Saudi terhadap non-Muslim sama dengan perlakuan terhadap kaum perempuan. Dengan merujuk buku-buku fikih klasik, kaum perempuan selalu dihargai separuh, baik dalam masalah warisan, kesaksian, maupun perkara-perkara lain yang bersifat publik.

Dengan muatan kurikulum semacam itu, tidak salah kalau banyak orang meyakini bahwa adanya keterkaitan erat antara cara beragama orang-orang Saudi dengan doktrin-doktrin yang diajarkan di sekolah-sekolah mereka. Kebencian terhadap Amerika, negeri kafir di mana banyak orang Yahudi dan Kristen tinggal, dinyatakan dengan mengebom gedung WTC pada 11 September 2001. Bukankah 15 dari 19 pengebom itu adalah warga Arab Saudi?

Sumber: http://islamlib.com/id/artikel/buku-pelajaran-agama-dan-kekerasan/

Penulis: Luthfi Assyaukanie

Tanggapan Iman Kristen:

Terima kasih saudara Luthfi Assyaukanie atas pembelajaran yang mengejutkan ini. Melihat bukti-bukti nyata yang ada di Indonesia, memang saya sudah menduga ke arah itu. Puji Tuhan, ternyata saya bertemu tulisan seorang muslim sejati, yang begitu jujur menyatakan hitam adalah hitam dan putih adalah putih.

Karena Muhammad banyak belajar dari Alkitab, memang sebaiknya prinsip-prinsip kasih yang ada di Alquran yang bersumber dari Alkitab itu, sebaiknya menjadi pedoman kaum muslim untuk hidup didunia ini. Saya percaya, kerukunan akan terjalin dengan baik dan harmonis. Kehidupan di dunia ini, ada harapan di tahun-tahun kedepan akan menjadi lebih baik lagi.


& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

[...] melakukan pembunuhan bagi mereka yang tidak menyetujuinya. Itu juga yang terbawa hingga saat ini, kekerasan demi kekerasan seringkali terjadi, ini dikarenakan Muhammad yang “memulainya.” Kalau [...]

Ping balik oleh Kebenaran Sejati (part-1) « Iman Kristen

Hik Hik, habis jalan-jalan ke blognya teman-teman Islam, atheis , dll – eh akhirnya aku kesasar di blognya kristen juga. hik hik. olala .

eh
bos jangan gitu dong bos.

Dalam agama itu kan selain ada aspek inklusifnya, memang ada juga aspek eksklusifnya.

Kalau JIL ngomong gitu itu maksudnya instropeksi gitu. Jangan disalahartikan apalagi sampe besar kepala ya ? Hik Hik.

Kalau kamu pinter agama Kristen coba kamu jelaskan ayat berikut ini :

Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun sampe kepada Bapa tanpa melalui Aku.

Menurut anda apakah ada perbedaannya dengan klaim Islam : Agama yang benar di sisi Allah adalah Islam ???

Apa bedanya coba ? hik hik…..

Atau anda mau bilang menurut ajaran Kristen . keselamatan juga bisa diperoleh dalam ajaran agama lain.

kalo iya. Bagaimana cara anda menafsirkan ayat di atas ?

olala …….=Salam bos

Komentar oleh lovepassword

Terimakasih atas kehadirannya.

Terimakasih atas persetujuan anda mengenai kekerasan di Muslim. Kristen menganut prinsip Kasih.

Menjelaskan mengenai Iman Kristen, silahkan bertanya di Blog Iman Kristen.

Salam.

Komentar oleh Iman Kristen

lho kok malah disuruh kesana sih. Saya tuh dari sana bos. Saya kan nggak tanya yang aneh-aneh tetapi tanya sesuatu yang hubungannya erat dengan postingan ini yaitu soal klaim ekskusif dalam suatu agama. Gicu lho.

Saya tanya kalo Islam ada klaim ekskusif apa di Kristen nggak ada ?
kalau nggak ada, bagaimana anda menjelaskan ayat yang menurut saya menunjukkan klaim eksklusif ??? Kalau ada, lalu mengapa anda posting agak berat sebelah ? Atau anda ingin mengatakan ada sedikit perbedaan konsep ???

Masak aku nanggapi postingan anda yang ini eh malah disuruh tanya di tempat lain. Apa malah nggak aneh bos ?

Hik Hik. Ada-ada saya elo bos.

Tapi bagaimanapun saya menghargai anda. Hak anda sepenuhnya untuk menanggapi atau tidak menanggapi komentar saya.

Yoi…..

Oke Bos, SALAM….-

Eh tambah atu lagi : Kristen menganut prinsip Kasih ? Yoi lalu : Apa di Islam nggak ? Dalam Islam kan ada konsep Rahmatan lil Alamin juga. Memberi rahmat untuk seluruh alam. Itu juga kasih kan bos ?

Komentar oleh lovepassword

Masa sih anda tidak bisa melihat perbedaan pada pernyataan:

A. Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun sampe kepada Bapa tanpa melalui Aku.
B. Agama yang benar di sisi Allah adalah Islam.

Ketika saya tulis: Kasih…, coba hubungkan dengan pembuktian kalimat A dan B itu pada tindakan Yesus dan Muhammad, apa yang mereka berdua lakukan untuk melaksanakan ayat tersebut?

Salam.

Komentar oleh Iman Kristen

Tindakan Yesus dan Muhammad ??? Anda itu sebenarnya mau ngomong apa sih ? Apa hubungannya coba postingan anda sama tindakan Yesus dan Muhammad. Yang anda maksud tindakan yang mana pula ??? yang namanya tindakan kan banyak bos. Biar saya jelas dalam menanggapi anda silakan anda rinci dulu tindakan Yesus yang mana yang kamu maksud dsb.

Jawaban anda itu juga tidak menjawab pertanyaan saya sama sekali. Apa bedanya klaim eksklusif di dalam agama Islam dan Kristen. Toh dua-duanya juga punya klaim eksklusif.

Komentar oleh lovepassword

Waduh…, gimana nih lovepassword…

Masa sih saya kasih tulisan dengan sehalus mungkin masih belum mengerti juga?

Nih.. ya, saya tulis dengan lebih gamblang…

Yesus:
Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku.
Cara mencapainya dengan tindakan:
1.Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
2.kalau ditampar pipi kiri, berikan pipi kanan.
3. Mati untuk dosa seluruh umat manusia.

Muhammad:
Agama yang benar di sisi Allah adalah Islam.
Cara mencapainya dengan tindakan:
http://islamexpose.blogspot.com/
Coba perhatikan kutipan Quran yang ada disana, apakah betul kutipan itu?

Salam.

Komentar oleh Iman Kristen

Saya Muslim, coba anda tanya balik kepada diri anda ?

“Isilah titik-titik berikut dengan kata-kata yang cocok (Islam, neraka): Setiap agama selain …….. adalah sesat. Setiap orang yang mati di luar Islam akan masuk ke ………”

pertanyaan ini kalau dibalik bagaimana ?

“Isilah titik-titik berikut dengan kata-kata yang cocok (kresten, neraka): Setiap agama selain …….. adalah sesat. Setiap orang yang mati di luar kresten akan masuk ke ………”

Di hampir setiap buku daras (text book) yang diajarkan di sekolah-sekolah Arab Saudi –dan saya kira juga di negeri Islam lainnya—murid-murid diajarkan tentang keluruhan Islam dan Islam sebagai satu-satunya agama yang benar. Doktrin ini bukan ciptaan ulama, tapi merupakan ajaran yang dinukilkan langsung dari Alquran yang mengatakan “siapa saja yang menghendaki agama selain Islam, tak akan diterima” (Q.S. 3:85).

kalau anda sebagai kresten sejati….apa menurut anda agama satu-satunya yg benar ? ya tentu kresten dong. kalau bukan ? keimanan anda harus dipertanyakan !

jadi apa bedanya :

1. siapa saja yang menghendaki agama selain Islam, tak akan diterima” (Q.S. 3:85).
1. Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku. (injil )

doktrin keduanya benar, benar bagi siapa ? tergantung bagi keyakinan anda.
1. benar bagi Islam, salah bagi kresten.
2. benar bagi kresten, salah bagi Islam.

kalau ingin belajar Islam,….belajarlah secara utuh, jangan sepotong-potong. panduannya ” berpeganglah pada Al Qur’an dan hadist “, bukan pada pendapat orang.
Belajarlah kepada orang-orang yang berkompeten (ulama), bukan kepada JIL atau Luthfi Assyaukanie. OK

Komentar oleh Firdausy

Terima kasih atas kehadirannya…

Wah anda kok sewot banget sih…

Saya sederhana saja, saya belajar sama yang paling pintar dong…, jangan yang setengah-setengah.

Anda tahu.., kalau ada “perang antar agama atau partai politik”, yang maju siapa?
Yah…, yang paling muda dan emosional. Kalau ditanya…, kenapa dia mau adu fisik? Karena … pokoknya…, pokoknya…. pokoknya….

Saya belajar Islam dari yang paling pintar. Coba selidiki dulu Luthfi itu…, kemampuannya. Pelajari dulu Ulil (pendiri JIL), yang sedang kuliah di Harvard … Saya percaya kemampuannya mendalami Quran dan Hadist itu mendalam sekali. Bisa masuk harvard man…. Anda bisa masuk ngak???

Coba kiayi anda tes masuk ke Harvard…, saya jamin tidak bisa masuk. Kenapa? Karena ilmu islamnya masih cetek. Pengetahuannya atas Quran dan Hadist masih belum banyak.

Lho.., kalau mau belajar itu harus sama yang pintar dong.

Bukankah: kita harus belajar sampai ke negeri tiongkok/cina?

Salam.

Komentar oleh Iman Kristen

Postingan anda ini sangat tidak adil bagi umat Islam. Anda tentu tahu dalam Islam, Yesus atau Nabi Isa itu Nabi. Dan anda ingin umat Islam membuat perbandingan konflik antara Yesus dan Muhammad.

Saya rasa umat Islam yang masih waras nggak ada yang mau menanggapi anda.

————————————————————–

Anda mengaku belajar Islam dari JIL. Ok anggap saja itu benar.

Saya ingin tahu bagian mana dari ajaran JIL yang terkait dengan link yang anda berikan tersebut.

Saya juga membaca buku-buku JIL, saya juga sering berkunjung ke blognya Ulil Abshar Abdalla. Saya memabaca webnya JIL.
Dan sejauh pemikiran saya, link yang anda berikan untuk saya tidak terkait dengan ajaran JIL sama sekali.

Komentar oleh lovepassword

Lho.., anda tanya, kok kemudian anda tanya kenapa ada pertanyaan itu sama saya…

Wah…, anda cara bepikirnya kacau nih.

Saya belajar tulisan Luthfi Assyaukanie dan saya memberikan komentar terhadap tulisannya.

Anda tanya bukan tentang buku, tapi 2 ayat dari Quran dan Alkitab.

Saya jawab pertanyaan anda.

Kemudian anta tanya apa hubungan jawaban saya dengan konsteks buku…

Wah…, maaf ya. Anda kacau nih cara berpikirnya.

Kenapa tulisan Luthfi Assyaukanie itu seperti itu? Tanya saja sana sama dia kebenaran tulisannya. Kalau saya sih percaya sama kepakarannya, karena dia itu dosen Islam di Paramadina.

Salam.

Komentar oleh Iman Kristen

Oh anda nggak jelas, yah. Saya menanggapi klaim anda untuk Firdausy.

Saya sangat nggak yakin kalo kamu paham pikiran JIL. Karena itu saya pikir kamu pake JIL cuma buat bemper saja. Hik Hik….-

Kalo ada yang ngawur biar JIL yang disalahkan. Padahal…..????

Ah elo malu-malui aja deh. Pake bawa-bawa JIL segala.

“Seedan-edannya” ULIL Abshar Abdalla, jelas nggak mungkin lah dia menghina agama dia sendiri.

Gue tahu kalau JIL pinter, makanya kamu mumpey dibelakangnya JIL. Hik Hik.
O la la……

@Kenapa tulisan Luthfi Assyaukanie itu seperti itu? Tanya saja sana sama dia kebenaran tulisannya. Kalau saya sih percaya sama kepakarannya, karena dia itu dosen Islam di Paramadina.

Kalo kamu posting ya wajar kalo kamu bertanggung jawab sama postingan kamu. Nggak usah melemparkan tanggung jawab sama Luthfi. Mau dosen Paramadina kek, mau dukun sunat, yang posting kan kamu.

Lha wong dia sendiri juga belum tentu setuju tulisannya kamu kutip dengan tendensi seperti itu.

Komentar oleh lovepassword

He he he… anda melarang saya belajar nih???
Saya jadi harus nurut anda ya…, boleh belajar yang mana dan yang tidak?

Lucu juga anda ini. Saya sampai tertawa terbahak-bahak…

Hi hi hi….

Mulai muncul nih sifat/karakter kalimat pedang Muhammad…. (maaf kalau kalimat ini membongkar dan merapihkan hati anda supaya lebih baik lagi).

Yesus bersabda: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Kasih itu tidak ada pemaksaan.

Salam.

Komentar oleh Iman Kristen

bos…payah kamu ini, kayak tak ada kerjaan aja.
Imanilah kuat kuat apa yang anda imani. jangan seperti iman kristen belajar islam. itu sama saja pendeta belajar copet. Sudah tau copet dari sisi pendeta salah..malah dipelajari….ah kamu tuh ayak-ayak wae.
kalau kristen itu benar menurut anda…ya pelajari aja yg kristen, jgn mempelajari Islam. itu namanya kristen yg baik.

Dunia ini sementara bos, umur manusia tidak lama dan sebentar lagi kita mati dan setelah mati kita ketemu dialam baka alias alam akherat…ha…ha…ha.
Disana akan kita temui siapa yg benar nanti.

kami muslim bos, menurut agama kami…kami wajib (WAJIB) mengimani Isa Almasih (Yesus) sebagai Rasul, bukan sebagai anak Tuhan atau Tuhan. sebagaimana juga Muhammad sebagai Rasul kami. keduanya cuma manusia yang bisa

Komentar oleh Paulus

Saya nggak melarang anda belajar dari manapun. Yang saya nggak suka adalah bila ada orang memakai pihak lain yang nggak ada sangkut pautnya sebagai sekedar bemper.

Artinya saya harap semua rekan di sini cukup gentlemen dan berani mempertanggung jawabkan apa yang ditulisnya. Okelah anda mengutip seseorang. Tetapi ketika saya atau siapapun bertanya terhadap anda, nggak pantes dong kalo anda melemparkan tanggung jawab anda menjawab kepada pihak lain.

Lha anda posting tapi nggak bisa mempertanggung jawabkan postingan anda, malah anda lemparkan ke Luthfi yang nggak tahu apa-apa soal postingan anda. Apa itu pantes ???? Kecuali bila memang Luthfi yang minta anda untuk posting. Nalarnya kan begitu.

Sekali lagi tanggapan saya ini murni kritik yang sifatnya umum dan saya rasa membangun untuk rekan-rekan semua, jadi nggak perlu ditanggapi secara sok heroik dengan istilah pedang Muhammad dan sebagainya.

Kasih itu tak ada pemaksaan.

Saya rasa selain tak ada pemaksaan Kasih itu juga rendah hati. Dan tidak mudah berburuk sangka.

Komentar oleh lovepassword

He he he…

Anda kalau belajar kan ada tahapannya.

Kalau anda ujian sidang, ditanya, apa argumentasi ini dan itu, anda katakan anda mempergunakan “referensi” ini, anda “kutip” dari sini.
Para pemikir hebat…, itu menjadi referensi anda.

Kalau saya Prof. Doktor, maka saya mempunyai ide yang unik, yang menyempurnakan ide-ide sebelumnya. Itu namanya Prof. Doktor…, lebih maju lagi pemikirannya. Karena itulah…, Iptek terus berkembang.

Nah…, anda menuntut saya selevel Doktor, maaf saudara…., saya masih level SMA dalam belajar Quran dan Hadist. Malah dibandingkan anda, saya masih level SD.

Yah…, saya belajar dari referensi saja dalam tahap ini.

Saya harap ini tidak diperpanjang lagi.

Kalau anda ada ketidaksetujuan dengan “kutipan” saya ini, tuliskan saja ketidaksetujuan anda atas pendapat mereka dengan bukti-bukti yang ilmiah.

Saya akan belajar dari jawaban anda tersebut, disinilah pembelajaran Islam saya berkembang.

Dalam Kristen…, saya lebih banyak belajar dari anda.
Dalam Islam….., anda lebih banyak belajar dari saya.

Kiranya kita saling melengkapi.

Salam.

Komentar oleh Iman Kristen

Ok, deh saya setuju kasus ditutup. Tapi tak beri catatan kecil buat anda.

Dalam ujian sidang pun kalo anda menulis jawaban berdasarkan referensi – yang bakal ditanya itu anda. Yang harus menjawab pertanyaan ya anda, bukan tokoh yang bukunya anda jadikan referensi.

Nggak mungkin kan ujian skripsi atau S2 ditanya penguji lalu anda ngomong :

Mengapa bapak nggak tanya saja sendiri sama pengarang buku yang jadi referensi saya ?

===================================================

Kasus ditutup !

SALAM

Komentar oleh lovepassword

Ok, thanks.

Saya kan masih SD dalam islam…., malah mungkin TK….

Sekarang, mana nih tanggapan anda terhadap tulisan mereka (pakar islam)? Kalau anda diam saja, berarti setuju ya? Kalau tidak, mohon berikan bantahan teologis anda. Saya juga ingin belajar islam yang benar, dari para pakar dan dari anda juga.

Ditunggu lho…, komentar anda….

Salam.

Komentar oleh Iman Kristen

Oke, terimakasih atas keterbukaan hati anda.

Anda tanya pendapat saya soal postingan di atas yang ditulis oleh salah satu aktivis JIL.

Saya jawab dulu secara umum, karena dalam setiap postingan/buku-bukunya semangat JIL selalu sama.

Saya mengapresiasi JIL dalam hal ide dasarnya untuk menunjukkan Islam itu agama damai, serta usaha untuk mewujudkan saling pengertian dan toleransi dengan berbagai agama dan kelompok masyarakat.

Tetapi saya tidak sependapat dengan ide JIL soal pluralisme agama. Karena ada banyak definisi pluralisme maka saya jelaskan makna pluralisme yang saya maksudkan. Pluralisme yang tidak saya setujui adalah usaha menyamaratakan agama sehingga menghilangkan identitas masing-masing agama.

Saya tahu pasti bahwa ide pluralisme ini motivasinya baik, tetapi saya pribadi berpendapat bahwa toleransi agama bisa dibangun dengan tetap menghormati identitas agama masing-masing. Dalam arti : Umat Islam berhak meyakini keyakinannya seyakin-yakinnya, Umat Kristen demikian, begitu juga umat beragama yang lain.

Ada kesan kalo seseorang yang tidak setuju dengan pluralisme agama adalah seseorang yang tidak toleran. Tetapi bagi saya toleransi tidak selalu terkait dengan pluralisme agama.

Demikian tanggapan saya terhadap JIL secara umum, maupun kepada kelompok-kelompok liberal yang lain.

===========================================================

Oke sekarang komentar mengenai postingan di atas :

Jujur saya tidak mengecek kebenaran omongan Lutfi, karena yang dibicarakan Lutfi adalah kasus buku di Arab dan saya tidak punya kapasitas untuk mengecek buku pelajaran di Saudi Arabia.

Tetapi kalo saya amati kejadian di Indonesia , saya rasa ada kemungkinan apa yang dikatakan Lutfi itu ada benarnya.

Dalam arti : Saya melihat standard ganda di banyak tempat , di banyak kasus, dan jujur itu agak memuakkan.

Standard Ganda ini dilakukan oleh hampir semua kelompok, termasuk kelompok agama. Yang saya maksud kelompok agama itu ya seluruh kelompok agama di Indonesia termasuk Islam dan Kristen.

Bahkan kalo menurut pendapat saya (saya nggak tahu benar atau nggak) saat ini banyak orang yang muak terhadap agama, muak terhadap semua agama.

Rasa muak itu berawal dari perilaku umat beragama yang sibuk berkelahi di satu sisi sementara di sisi lain – ngomong kalo agamanya itu agama damai, agama kasih, rahmatan lil alamin dsb. Pada titik ekstrim orang tidak saja jenuh bahkan mungkin malah memilih jadi atheis yang mereka anggap tidak hipokrit, lebih manusiawi, dsb.

Terus terang berdialog dengan rekan-rekan atheis itu sangat tidak mudah. Secara sopan santun biasanya mereka sangat santun kalo nggak diserang lebih dulu, Tetapi secara argumentasi mereka sangat sulit dipatahkan. Mengapa ? Karena kebanyakan dari mereka tadinya adalah orang yang ngerti agama.

Kebanyakan atheis cukup tahu soal agama, tetapi saya rasa tidak sebaliknya : Hanya sedikit sekali umat beragama apalagi tokoh agama yang tahu secara mendalam tentang teory evolusi dan Marxisme, filsafat, dsb. Kita tahu cuma diluar lalu merasa sok gagah menantang macan-macan pengetahuan di kandangnya. Kalo nggak babak belur, minimal kepala tambah pusing tujuh keliling. Asli saya melihat banyak pembela agama yang nasibnya berakhir memalukan. Saya sedih sih, tapi nggak bisa berbuat apa-apa.

============

Masalah ayat-ayat yang diposting Lutfi yang mungkin menakutkan bagi umat Kristen, dan memang sering dibahas juga oleh kelompok Islam tertentu.

Tanggapan saya : Secara prinsip posisi Kitab Suci itu netral, tetapi memang karena netralnya maka juga bisa disalahgunakan, ditafsirkan maupun diseleksi ayatnya sesuka-suka orangnya. (Ini juga yang sering dijadikan titik serang kaum atheis. )

Misalnya saja ayat yang menyangkut Kristen :

Orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang sebelum kamu mengikuti millah mereka.

Bagaimana orang Islam mengartikan ayat ini ??? Ya Tentu saja bermacam-macam. Tergantung siapa yang anda tanya.

Misalnya saja : 1. Kelompok Islam yang lebih keras mungkin akan mengaitkan ini dengan isyu Kristenisasi, pemurtadan dan sebagainya.
2. Kelompok lain lagi mungkin akan menganggap ini sebagai hal yang wajar. Atau AlQuran sedang mengungkapkan suatu kebenaran umum biasa. Dalam arti memang sewajarnya kalo umat beragama X ingin penganutnya bertambah banyak, umat beragama yang lain juga sama saja.
3. Ada lagi yang mengartikan seperti ini : Islam memiliki dua aspek yaitu apa yang dinamakan dengan din dan apa yang dinamakan dengan millah. Din itu bisa kita artikan sebagai agama, sedangkan millah itu boleh kita anggap sebagai jalan hidup. Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah Islam yang lengkap dalam arti Islam sebagai din sekaligus millah. Tetapi sebelum Nabi Muhammad, diyakini oleh umat Islam bahwa para Nabi yang lain pun juga Islam. Tetapi ada perbedaannya karena yang dibawa oleh Nabi yang lain itu cuma Islam sebagai millah saja, bukan Islam sebagai agama yang kita kenal saat ini. kalo kita melihat dari sejarah ini, maka sebenarnya cukup wajar bila umat Yahudi dan Nasrani ingin umat Islam mengikuti millah mereka. Dalam arti millah yang dianut oleh ketiga agama ini pada dasarnya kan sama yaitu millah Nabi Ibrahim.

Sekali lagi yang namanya tafsir itu nggak selalu tunggal : Tafsirnya Luthfi mungkin lain sama tafsirnya KH Hasyim Musadi, tafsirnya Ulil mungkin lain dengan tafsirnya GUsDur, dsb. Tentu ada sisi yang sama tetapi ada juga sisi yang berbeda.

Karena itu maaf saja, saya agak nggak enak hati ketika ada orang yang membesar-besarkan perbedaan tafsir di agama lain, padahal saya tahu pasti yang namanya beda tafsir itu pasti ada dalam semua agama.

Masalah ayat lain lagi : Selain ayat yang mungkin bisa dianggap seram oleh mayoritas umat Kristen, dalam Islam pun juga ada ayat yang memuji kaum Kristen.

Sesungguhnya yang paling dekat persahabatannya dengan kaum beriman (Islam) adalah orang-orang Nasrani.

Jadi kalo kita bicara soal agama, kita nggak bisa sedemikian mudah membuat generalisasi apalagi justifikasi. Agama itu luas Mas.

OK, Salam.

Komentar oleh lovepassword

Karena saya sudah menjawab lumayan panjang, bagaimana kalo saya sekarang balas bertanya : Bagaimana anda atau teman-teman anda mengartikan :

Tidak ada seorang pun sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku

———

Bukankah itu klaim ekskusif juga yang kadangkala “perlu dijelaskan” kepada pihak yang lain ?

SALAM

Komentar oleh lovepassword

Baik, terima kasih. Saya akan mulai diskusi antar agama yang baik dengan anda. Penjelasan anda saya terima dan saya suka dengan islam anda yang model ini. Islam seharusnya menjadi “rahmat” bagi sekelilingnya…, itu juga yang sebenarnya mendasari umat Kristiani.

Mohon maaf, saya akan segera jawab pertanyaan anda itu, dengan memberikan link disini. (Saya akan buat diskusi ini di Iman Kristen, supaya fokus untuk masing-masing pembelajaran).

Salam.

Komentar oleh Iman Kristen

@lovepassword

Maaf motong dikit mengenai pernyataan yg dilontarkan Mang Iman mengenai Tindakan Yesus dan Muhammad ?

Mat. 21:12 : Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati

Mrk. 11:15 : Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,

Terlepas beda tafsir diantara dua ayat itu tapi pada intinya ada yg sama yaitu : ada duplikasi pada jaman sekarang yg sudah dilakukan POL PP dalam penertiban pedagang kakilima dgn tindakan yg sangat tidak “KASIH”.

Korelasinya…..

Si mang iman sangat membanggakan klaim2 sangat KASIH yg tdk sejalan dgn umat Islam yg katanya penuh kekerasan (ketegasan kalo menurut saya). Cuma saya heran untuk memahami bahasa sederhana diatas dia mengklamufasekannya dengan kambing hitam umat lain……..

Tapi….

Pertanyaan saya lagi, apa dia sudah membaca 2 dari bagian AlKitab yg sudah saya sebut diatas, karena perulangan terhadap kambing hitam tdk bosan2 dia lontarkan tanpa merasa berdosa……….hehehe

@ Iman Kristen

Kira2 penertiban2 POL PP tindakannya banyak yg penuh kasih gak ya mang……

Gak nyambung….??? ah nggak juga

salam

Komentar oleh Irlander

ujung2nya cuma di ajak jalan2 nge-link2 doang

Komentar oleh numpang lewat

hihihihiiiii…..pada tiaraaaaaaapppppp

Komentar oleh irlander

BOLEH DONG NUMPANG DAKWAH JG DISINI ;)

Komentar oleh KLIK SAYA

kawan2 maw tanya nih… tentang pandangan islam mengenai membekali diri dengan senjata api. boleh nggak si kalo menurut pandangan islam secara etis?

Komentar oleh alloy falcon

tanya aja lo… soalnya nyari2 search google ga ada… hahaha
maw taw tapi ga ada sumber, numpang di blog ini… thanx bagi yang mau njawab!!! wkwkwkwk
salam damai pak.. bu..

Komentar oleh alloy falcon




Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>