Iman Kristen Belajar Islam


Sejarah Nabi Muhammad
Oktober 7, 2008, 1:44 pm
Diarsipkan di bawah: Sejarah Islam | Tag: , , , ,

Terlepas dari sisi kontroversinya, buku ini dapat memberi kita perspektif baru tentang bagaimana menyikapi sejarah dan ajaran Islam itu sendiri. Melalui buku ini, kita diajak menggali akar-akar keyakinan secara lebih obyektif, meyakinkan dan tidak membebek (taqlid). Buku ini juga dapat menjadi rujukan penting ketika berbicara tentang masyarakat madani (civil society), negara Islam dan penerapan syariat Islam.

Judul Buku : Al-Hizbul Hâsyîmiy wa Ta’sîsud Daulatil Islâmiyyah (Klan Bani Hasyim dan Pembentukan Negara Islam) 
Penulis : Sayyid Mahmud al-Qumni 
Penerbit : Maktabah al-Madbûlis Shaghîr, Cetakan IV, 1996. 
Tebal : 160 halaman

Sejarah manusia tidak semestinya disakralkan. Sakralisasi sisi kesejarahan menusia hanya akan membuat kita tidak dapat berlaku obyektif dalam menilai sejarah itu sendiri. Sejarah manusia, oleh karena itu mesti diletakkan pada proporsinya yang tepat. Untuk itu, pertama-tama perlu ditekankan bahwa, pada kenyataannya sejarah manusia merupakan realitas yang profan yang tidak perlu ditransendensi.

Tesis semacam itulah yang hendak ditegaskan buku karangan al-Qumni ini. Al-Qumni enggan melihat sejarah Islam secara konvensional. Biasanya, beberapa penggal sejarah Islam teramat diagungkan dan terlarang untuk dilihat sebagaimana mestinya. Al-Qumni berusaha untuk seobyektif yang dia bisa dalam melihat sejarah Islam. Dengan metode ilmiah yang berdasar pada analisis sosial-politik, al-Qumni menulis Al-Hizbul Hasyîmiy wa Ta’sîsud Daulatil Islâmiyyah (Klan Bani Hasyim dan Pembentukan Negara Islam).

Al-Qumni berpendapat, doktrin Islam dan kekuasaan negara yang dilahirkannya merupakan “fantasi dan rekayasa” Bani Hasyim. Menurutnya, Abdul Muthalib, sang kakek Nabi, merupakan “otak” klan itu. Kecanggihan analisis Abdul Muthalib dalam menangkap problem sosial-politik yang dihadapi masyarakatnya kala itu, telah membuatnya mampu menerka masa depan tanah Hijaz dan apa yang perlu diperbuat selanjutnya.

Alkisah, konon Abdul Mutalib sempat prihatin menyaksikan disintegrasi sosial warga Hijaz. Karena itu, dia sangat mendambakan kesatuan politik terjadi di jazirah Arab, dan selanjutnya terbentuklah sebuah negara. Angan-angan rupanya dia perjuangkan, sembari mengalkulasi potensi-potensi yang dimiliki kawasan, serta terobosan-terobosan strategis yang mungkin dilakukan.

Konon, Mekkah dan Madinah merupakan kawasan yang “perawan”, bukan kawasan yang diperebutkan ataupun ranah konflik antarimperium besar. Kawasan tersebut juga belum pernah dijajah ataupun dikuasai seorang maharaja. Akan tetapi, Mekkah merupakan sentra ekonomi dunia yang cukup penting waktu itu. Realitas geo-politik dan geo-ekonomi sedemikian, dalam prediksi Muthalib sangat potensial, bahkan strategis untuk pembentukan sebuah negara.

Untuk mewujudkan obsesinya, Muthalib berfantasi tentang perlunya kehadiran seorang kepala negara yang “berpangkat” nabi, sebagaimana pengalaman orang-orang Yahudi dengan Nabi Daud. Kandidat kepala negara tersebut dia harapkan muncul dari anak cucunya. Setidaknya, harapan tersebut dapat ditangkap dari ungkapannya, “Sekiranya Allah menghendaki terbentuknya sebuah negara, Ia akan merealisasikannya dari tangan mereka (anak cucuku).” (hal. 51 dan 101, dikutip dari Abkârus Saqaf, vol. II, hal.1244-1245).

Gayung bersambut. Beberapa tahun kemudian, ungkapan berisi harapan itu menjadi kenyataan. Muhammad, cucu yang dia asuh sejak bayi, yang kemudian dikenal dengan jejuluk al-Amîn (sang terpercaya) mengaku mendapat mandat sebagai seorang nabi dan rasul. Pengikutnya lantas membanyak. Bersama pengikutnya, dia melakukan eksodus (hijrah) ke Madinah untuk kemudian mendirikan sebuah negara yang kelak dapat menyatukan keseluruhan jazirah Arab, bahkan dapat menandingi dan menaklukkan dua imperium besar Romawi dan Parsi. Ini artinya, cita-cita Abdul Muthalib dan keseluruhan klan Bani Hasyim tercapai.

Tentu saja, proses terealisasinya cita-cita tersebut tidak semata bermodal ajian abrakadabra ataupun kalimat sakti kun fayakûn. Abdul Muthalib lebih dulu bermandi peluh guna merealisasikannya. Pertama-tama, Abdul Muthalib memang hanya punya ketajaman analisis atas realitas sosial, politik, ekonomi dan budaya, tapi selanjutnya, dia juga meretas jalan untuk merealisaikannya dengan tindakan yang konkret. Di antaranya adalah transformasi budaya. Dalam pengamatan Abdul Muthalib, budaya membuat ka’bah yang digandrungi orang Arab Jahiliyah, dan disertai dengan pengagungan sebuah zat (rab), adalah bagian dari budaya yang buruk (hal. 65). Klaim tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa, budaya tersebut potensial menimbulkan disintergrasi Arab maupun menjegal cita-citanya. Demi melihat kenyataan itu, dia mengubah budaya lama tersebut, dari pemujaan pada banyak ka’bah kepada pemujaan satu ka’bah saja, yaitu Ka’bah (dengan K besar) yang sampai kini tetap dipuja, diagungkan, dan dikunjungi umat Islam (hal. 66).

Tidak hanya sampai di situ. Demi tujuan yang sama, Abdul Muthalib meletakkan ajaran dan keyakinan “baru” berupa tauhîd (hal. 99). Ajaran dan keyakinan ini diadopsi dari doktrin Hanîfiyyah Rahmân Yaman, bukan dari agama Ibrahim sebagaimana yang sering dikemukakan banyak orang (hal. 111. Lebih jauh, tentang hal ini dapat dibaca dari buku Al-Qumni, An-Nabî Ibrâhîm Wat Târîkhul Majhûl [Nabi Ibrahim dan Sejarah yang Buram]). Tokoh-tokoh yang hanif seperti Suwaid ibn Amir al-Musthaliqi, Aukik ibn Salmah bin Zuhair al-Iyadi, Abu Qais Sharmah ibn Abi Anis, Amir ibn al-Tharb al-Udwani, al-Multamis ibn Umiyyah al-Kinani, Waraqah ibn Naufal, Qis ibn Saidah al-Iyadi, Abdul Muthalib, Zaid ibn Umar ibn Nafir ibn Habib dan Umayyah ibn Abdullah ibn Abi al-Shalat, adalah figur-figur yang selanjutnya “mengajarkan” doktrin dan keyakinan Hanafiyyah kepada Muhammad, baik secara langsung maupun tidak langsung (hal. 111-115). Keyakinan dan ajaran tersebut, kemudian diberi nama agama Islam.

Konon, Nabi Muhammad termasuk pengagum dan senatiasa mengulang-ulang petuah yang sering didengungkan oleh Qis ibn Saidah al-Iyadi di Pasar “sastra” Ukadz. Petuah “ketuhanan” tersebut berbunyi demikian: “Wahai manusia! Dengar dan renungkanlah! Jika telah merenungkan dan menyadarinya, maka ambillah pelajaran darinya! Sesungguhnya, mereka yang hidup mesti akan mati, dan yang mati akan berlalu. Setiap yang ditakdirkan akan datang (baca: kematian) pasti akan datang jua. Sungguh, selalu ada kabar dari langit, dan selalu ada pelajaran yang bisa dipetik di bumi …” (hal. 112. Juga dapat dilihat dalam Al-Alusi: Bulûghul Irb. Vol II, hal. 244).

Setelah memproklamirkan kenabiannya, Nabi Muhammad menyampaikan kandungan surat al-Ikhlas yang esensinya nyaris sama dengan syair-syair yang dikumandangkan oleh “penyair yang bertauhid” seperti Qis ibn Saidah al-Iyadi tadi. Perhatikan petikan syairnya (dalam Al-Syahristani, Milal Wan Nihal. Vol I, 1995, hal. 96) berikut: “Huwa Allah al-Ma’bûd al-Wâhîd, Laitsa bimaulûdin walâ wâlid. U‘âdu wa’abdâ, wailahil ma’ab ghadan (Dialah Allah; satu-satunya sesembahan yang tidak terlahir dan tidak pula melahirkan. Kepada-Nya belaka aku dikembalikan dan bermula, dan hanya pada-Nya tempat kembali di kemudian hari).

******

Secara garis besar, buku kecil al-Qumni ini berbicara semacam itu. Al-Qumni menilik sejarah dan ajaran Islam dengan alat bantu dan perangkat ilmu sosial. Proses sejarah dan doktrin Islam yang biasanya tampak sangat “melangit”, dibuat “membumi” dan begitu manusiawi. Proses konstruksi ajaran dan negara Islam permulaan, dia analisis dalam perspektif politik. Makkah dan Madinah sebagai ruang permulaan munculnya Islam dianalisis dalam perspektif ekonomi. Sakralitas Ka’bah dia analisis dengan perspektif budaya.

Kajian al-Qumni ini tergolong sangat berani. Betapa tidak, al-Qumi telah berhasil menimbulkan kesan bahwa Abdul Muthalib adalah sang empunya proyek sekaligus tim pengarah, sementara Muhammad hanyalah pelaksana proyek ambisius tersebut. Abdul Muthalib adalah peletak batu pertama, sedang Muhammad hanyalah penyempurna bangunan. Tak hanya itu, kajian al-Qumni ini juga telah menimbulkan kesan tentang ketidaksakralan Ka’bah. Bangunan berbentuk kubus yang biasa dikitari, dihormati, dan diciumi umat Islam yang sempat mengunjunginya itu, seolah-olah tak lebih dari warisan budaya Jahiliyah yang telah mengalami modifikasi di tangan Abdul Muthalib. Kajian doktor filsafat ini, juga mengungkapkan data-data sosio-historis yang mengesankan bahwa ajaran Nabi Muhammad, tidak berangkat dari titik yang nol, ataupun turun dari langit semata, tanpa proses belajar.

******

Karena isinya yang kontroversial, tanggapan demi tanggapan atas buku Al-Qumni ini mengalir deras, baik dari penentangnya maupun pendukung perspektif yang ditawarkannya. Ishamudin Abu Azayim menanggapinya dengan ayat 26-27 surat al-Nuh: “Ya Tuhan, janganlah Engkau biarkan seorang pun dari golongan kafir itu tinggal di muka bumi. Sesungguhnya, jika Engkau beri mereka kesempatan untuk tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hambaMu, dan mereka tidak akan melahirkan generasi, kecuali yang berbuat maksiat lagi kafir.” Komentar Azayim tersebut dimuat dalam majalah Al-Islamul Wathan edisi ke-52. Dari kutipan ayat tersebut dapat diduga, Azayim mengklaim al-Qumni telah kafir.

Meski tak sampai tarap mengafirkan, Fahmi Huwaidi, kolumnis kondang Mesir, juga punya kesan serupa dengan Abu Azayim. Dalam kolomnya di harian al-Ahram (23/03/1989), Huwaidi menyamakan al-Qumni dengan sosok Salman Rusydi, pengarang The Satanic Verses. Menurutnya, keduanya sama-sama mengoyak keyakinan agama. Perbedaannya hanya pada cara penyampaian saja. Salman Rusydi melakukan konfrontasi secara terang-terangan, sementara al-Qumni–juga Mohammed Arkoun yang menulis Pour une critique de la reason Islamique yang edisi Arabnya berjudul Târikhiyuatul Fikril Arabi Al-Islami(Historisisme Pemikiran Arab-Islam)—menggunakan cara yang lebih halus, intelek dan menghujum langsung ke dalam relung-relung keyakinan agama. Sehingga, cara kedua disebut lebih berbahaya dari The Satanic Verses sendiri. Buku al-Qumni, menurut Huwaidi, adalah prototipe buku yang memperjuangkan pluralisme, tapi sama sekali tidak pluralis. 

Berbeda dengan dua komentator di atas, Khalil Abdul Karim memberikan apresiasi positif atas buah karya al-Qumni tersebut. Menurutnya, al-Qumni telah mengulang “tradisi positif” yang sudah dirintis oleh Ibnu Khaldun. Ibnu Khaldun adalah sosok yang melihat sejarah sebagai fenomena kemanusiaan yang dapat dianalisis secara objektif-ilmiah, dengan mengembalikan sebab musababnya kepada aspek-aspek yang logis, bukan aspek-aspek metafisik yang bersifat klenik (Majalah Adab wan Naqd, edisi Agustus 1989).

Senada dengan Abdul Karim, Faridah al-Niqasy memberikan apresiasi positif serupa. Di Harian Al-Ahâliy (25/07/1990), Faridah menegaskan bahwa buku Al-Qumni merupakan salah satu buku Arab kontemporer terpenting. “Ia telah melakukan pembacaan baru terhadap sejarah Arab-Islam, berikut tradisi tertulis maupun tidak tertulisnya,” komentar al-Niqasy. Dengan komentar demikian, Faridah seakan ingin membandingkan buku al-Qumi dengan buku kontroversial lainnya di tanah Arab, seperti buku Fi al-Syi’ir Al-Jâhilî (Tentang Syair Jahiliyah) karangan Thaha Husein, ataupun buku Susiyulugiyâ al-Fikril Islâmî (Sosiologi Pemikiran Arab), karangan Mahmud Ismail.

Terlepas dari sisi kontroversinya, buku ini, menurut saya, dapat memberi kita perspektif baru tentang bagaimana menyikapi sejarah dan ajaran Islam itu sendiri. Melalui buku ini, kita diajak menggali akar-akar keyakinan secara lebih obyektif, meyakinkan dan tidak membebek (taqlid). Buku ini juga dapat menjadi rujukan penting ketika berbicara tentang masyarakat madani (civil society), negara Islam dan penerapan syariat Islam. Intinya, buku ini punya nilai tersendiri yang tak dimiliki buku lainnya.[]

Sumber: http://islamlib.com/id/artikel/desakralisasi-sejarah-islam-versi-al-qumni/

Tanggapan Iman Kristen:

Memang sesungguhnya, sejarah Muhammad itu sendiri banya dikaburkan. Seringkali yang baik, dikemukakan dan yang buruk disembunyikan.

Kiranya perpektif baru ini lebih mencerahkan kita untuk menguak lebih lebar dan jernih mengenai “kebenaran sejati” Muhammad.

Tuhan memberkati.


& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

Serem bener baca yg ini:
Ishamudin Abu Azayim menanggapinya dengan ayat 26-27 surat al-Nuh: “Ya Tuhan, janganlah Engkau biarkan seorang pun dari golongan kafir itu tinggal di muka bumi. Sesungguhnya, jika Engkau beri mereka kesempatan untuk tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hambaMu, dan mereka tidak akan melahirkan generasi, kecuali yang berbuat maksiat lagi kafir.”

itukah yg sesungguh’a ada di dalam hati kalian, saudaraku?
mengharapkan hukuman dan kematian atas saudaramu yg berbuat salah?
ckckck..
teganya dirimu teganya teganya.. :(

Komentar oleh dyver

Perlu dipertanyakan…
?? Ka’bah itu bukan untuk dipuja atau disembah…. Mas. Tapi merupakan kiblat.

Astagfirrulahhalazim.

Komentar oleh Jay

Terima kasih saudara jay untuk kehadirannya…

Apa bisa diperjelas lagi…, menurut keterangan penulis dari buku diatas, sejarah Ka’bah adalah tempat pemujaan diawalnya, sebelum diambil alih oleh Muhammad. Apakah saudara menyangkal penuturannya?

Tiap kaum penyembah berhala mempunyai kiblat ke tempat penyembahannya. Apakah Allah hanya bertempat tiggal di Ka’bah?

Mohon penjelasannya, Tuhan memberkati.

Salam.

Komentar oleh imankristen

ya kira-kira samalah dengan mengakomodir budaya pagan pada kekaisaran romawi dengan ajaran nasrani, sehingga ada peringatan natal 25 desember atau cara menyembah berhala dgn mematungkan Yesus yg Yesus sendiri tidak mengajarkannya.

cuma demi kondusifnya suasana dan agar tidak terjadi bentrokan frontal, Nabi Muhammad menyelewengkan tatacara ibadahnya untuk mengikis habis penyembah2 berhala tsb.

Cara ini “mengikis perlahan” ini diduplikasikan di indonesia oleh Wali Songo (contoh : sunan kalijaga) dengan wayang dan gamelannya…..

cerita inipun hampir sama di kalangan nasrani seperti di injil (Mat. 21:12)

cuma…..

dalam kasus ini untuk menguasai tempat ibadah tersebut Yesus mengobrak-abrik pedagang money changer dan pedagang burung, gitu loh ceritanya (CMIIW)……

Salam

Komentar oleh Animemymouse

komentar yg d ats ini lucu..
yah mungkin lbh baik klo spt Muhammad yg membawa beribu-ribu pasukan utk menaklukkan Mekkah..
klo m yesus prasaan gk ad yg mati tuh.. :)

Komentar oleh dyver

@dyver

hehehee…
Kamu tahu nggak sih Tokoh terpenting dibalik penguasaan Ka’bah adalah Bani Hasyim melalui tangan dingin kepemimpinan Abdul Muthalib, yaitu kakek Muhammad, jadi bukan langsung Muhammad…..

Beliaulah pada waktu itu yang berwenang mengatur seluruh kebutuhan Ka’bah dan kebutuhan para pemujanya. Bahkan al-Qummi mensinyalir bahwa Abdul Muthalib-lah tokoh yang berperan penting dalam dan pendirian negara baru di Mekkah, tentunya dengan dukungan penuh klan Hasyim. Hal ini beranjak dari keprihatianan sang kakek akibat keterpurukan dan perpecahan bangsa Hijaz dimana patung-patung berhala yang bertebaran disekitar Ka’bah dan para penyair-penyair sesat menjadi faktor utama perpecahan.
Abdul Muthallib ketika itu merasa miris dengan keadaan bangsa arab, ia merasa tidak nyaman dengan tradisi kebodohan dan banyaknya jumlah tuhan……

Pada proses awalnya Nabi Muhammad yg menyeru dgn damai agama tauhid itulah suku2 itu merasa tdk senang,bukannya langsung main bunuh seperti yg kamu tuduhkan…..

Baca sejarah baik2 dong mas…jgn asal njeplak…..

sumbernya juga bukan kaya orientalis Gerd R. Joseph Puin yang mengatakan “bahwa satu-satunya cara menjatuhkan nilai sakralitas al-Qur’an adalah dengan cara mengkaji sejarah al-Qur’an secara subyektif”.

Sama juga kan dengan Yesus yg menyeru utk menyembah Allah yg Esa, tapi dia terus lari sana lari sini utk menghindarkan diri dari serangan2 pembunuhan, hanya mungkin Skenario Tuhan, Yesus dan pengikutnya yg sedikit, dibuat tak bisa melakukan perlawanan karena Roh Kudus Tuhan mungkin tdk membimbingnya utk menanamkan ilmu politik ke dalam Jiwa Yesus sehingga yg ada hanya ketidakberdayaan…..

makanya

zaman sesudah Yesus mati masih banyak budaya2 jahiliyah yg liar terus berkembang, apalagi ditambah sikap tegas dari ajaran yg dibawanya “dibuat kabur” oleh pengikutnya yg tdk senang dgn ajarannya tsb, dari org2 yg “minteri” kitabnya inilah pengikutnya banyak jauh tersesat dari ajaran tauhid….begitu ceritanya….

Salam

Komentar oleh Animemymouse

@ dyver

Ada argumen yg lebih lucu lagi mungkin…..monggo loh…

Komentar oleh Animemymouse

Allah tinggal di dalam hati, itu sdh cukup… yg lain untuk memikirkan kemashalatan umat manusia.

Komentar oleh jhosa

agamaq agamaq agamamu agamaq ashaduallailaha illalloh waashaduannamuhammadarosululloh

Komentar oleh Bintank

Tak ada sumber yg meyakikankanq kecuali alqur’an jg hadis,ngapain ngurusi anak kemrin sore kyak kmu :-D

Komentar oleh Bintank

“zaman sesudah Yesus mati masih banyak budaya2 jahiliyah”gak tau juga kalo masalah ini, meski tdak sesuai dengan topik tpi aku pengen tanggapin ^^ setelah jama yesus mai sampe saat ini pun masih jailiah hehehehe yang biang sudah terbebas sapa hehehe emang jailih menurut anda itu apa seh ????? menurut aku yesus sendiri jahiliah juga tuh hehehehe
adakah indikasi dia mengenal AQ heehehehe secara obyektif aku gak nemuin ada ^^

secara logika “ajaran yg dibawanya “dibuat kabur” oleh pengikutnya yg tdk senang dgn ajarannya tsb” ini justru tidak valid karena senang kok malah di kaburkan ^^,imbuhan lagi nih apakah anda percaya injil barnabas asli ???? hehehe kalo jawaban anda iya coba dilihhat kembali bagian ijil itu ^^,karen setahuku itu bertentangan dengan AQ dan alkitab

“Yesus sehingga yg ada hanya ketidakberdayaan” hehehe aku lihat kok aneh ya ^^ banyak melakukan keajaiban yang disaksikan oleh pengikut dan penentangnya = tidak berdaya, sedang muhamad yang cuma bisa naik buraqh dibilang sangat hebat ^^ meski naiknya cuma disaksikan oleh sahabat saja hehehe waduh aku berat sebelah ….. maap ya

dari “Pada proses awalnya Nabi Muhammad yg menyeru dgn damai agama tauhid itulah suku2 itu merasa tdk senang,bukannya langsung main bunuh seperti yg kamu tuduhkan” aku lihat berarti intinya tetep sama main bunuh2an kan, pencuri pun mencuri pada awalnya cuma mau mengisi perutnya ^^

kalo “klo m yesus prasaan gk ad yg mati tuh” aku gak yakin gak ada yang mati ^^ coba aja lihat saat pengusiran itu kan mungkin kalo ada merpati yang terbunuh karena dilemparkan hayoooo

masalah 25 desember aku lihat berbeda dengan pengambil alihan ka’bah tuh baca komentar Animemymouse dimana adanya perpecahan politik disana yang disebabkan para pemuja berhala, bukan masalah ketuhanan, selain itu 25 desember justru bentuk penentangan akan ajaran yang ada saat itu, kalo ka’bah justru usaha mendamaikan antar penyembah berhala ^^ maap kalo salah karena aku cuma baca dari tulisan2 aja

“cara menyembah berhala dgn mematungkan Yesus”kalo anda bilang masalah kiblat emang benar ^^ sama persis, kalo masalah menyembah kayaknya tidak sama, aku lihat merek tidak ernah menganggap patung itu tuhannya kok hehehe tanya aja ama yang bersangkutan, yang pasti bukan saya

“cuma demi kondusifnya suasana dan agar tidak terjadi bentrokan frontal, Nabi Muhammad menyelewengkan tatacara ibadahnya untuk mengikis habis penyembah2 berhala tsb” aku lihat tidak valid karena kalo emang argumen itu benar hrusya ketika para penyembah berhala udah habis harusnya acara itu ditiadakan ^^, tetapi kejadiannya ebaliknya, justru berkembangnya lebih parah ^^,kalo aku baca sampi di cium2 hehehehe
aku lihat fenomena baru dimana ka’bah jadi berhala baru tndingan ^^ karena kalo sholat hrus mengarah kesana ^^

masalah sunan kalijaga hehehe sunan mengajarkan pola itu bukan karena islam mengajarkan demikian ^^ coba cari tahu lagi pola pikir sunan kalijogo lagi, dia bukan islam yang sufi panteistik, itu hanya trik sunan kalijogo agar islam dapat mengglobal di jawa
“(Mat. 21:12)” aku baca tanpa iman aja udah terlihat tidak ad kompromi dalam pertentagannya, beda dengan masalah ka’bah yang mencba kompromi dahulu, itupun yesus bukan bertujuan memberhalakan tempat ibadah ^^ coba lihat lagi, kalotempat berhala harusnya malah gak boleh sembuhin orang disana ^^

“meyakikankanq kecuali alqur’an jg hadis” hem kayaknya ini tidak obyektif alias iman buta
aku setuju kalo melihat agama dan mencari kebenaran kita harus lebih obyektif ^^ klo masalah keyakinan jangan kuatir tidk ada habisnya dibahas ehehehe karena jadinya debat, debat itu cuma melahirkan percekcokan tanpa ujung pangkal

maap ya aku nomentarin omongan orng bukn opiknya ^^ karena topiknya udah jelas hanya saja agak diragukan kalo mekah adalah sentra ekonomi ^^ karena berdasarkan jalur dagang itu sama aja memutar jauh dri tempat2 perdagangan, hukum ekonomi kan kalo bayar yang murah tapi kalojual yang mahal ^^ lah itu masak jualan di daerah yang tidk sesuai dengan tujuan dan keadaan memutarpula, pengeluaran tambahan dunk heheheh jadinya kan rugi

Komentar oleh kosongan

@bintank

klo begitu anda meng-iman-ni ayat qur’an & hadis berikut ini donk…

Quran 4:3

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Sahih Bukhari. Vol 3, Book 47. Gifts. Hadith 755.
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/h…tml#003.047.755

Terjemahan:

Aisyah r.a. berkata bahwa istri-istri Rasulullah saw. terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri atas Aisyah, Hafshah, dan Saudah. Sementara kelompok kedua terdiri atas Ummu Salamah dan istri-istri Rasulullah saw. yang lain. Semua kaum muslimin sudah sama-sama tahu betapa cintanya Rasulullah saw. kepada Aisyah. Apabila ada salah seorang sahabat yang mempunyai hadiah yang akan dia berikan kepada Rasulullah saw., maka biasanya dia akan menangguhkan pemberian tersebut, sampai Rasulullah saw. sedang berada di rumah Aisyah. Suatu hari ada seorang sahabat yang mengirimkan hadiah kepada Rasulullah saw. ketika beliau sedang berada di rumah Aisyah. Rupanya hal itu diketahui oleh kelompok Ummu Salamah. Mereka berkata kepada Ummu Salamah: “Kamu bicaralah kepada Rasulullah saw. supaya beliau mau menasihati para sahabatnya: ‘Barangsiapa yang bermaksud memberikan hadiah kepada beliau, supaya dia berikan saja di rumah istri mana pun beliau berada.’ Ummu Salamah menyampaikan kepada Rasulullah saw apa yang diusulkan oleh kelompoknya itu. Akan tetapi beliau tidak menanggapi apa yang disampaikan Ummu Salamah itu sedikit pun. Ketika hal itu disampaikan kepada mereka, mereka tidak berputus asa. Mereka mendesak supaya Ummu Salamah mencobanya lagi. Ummu Salamah menurut saja. Sekali lagi dia sampaikan usulan kelompoknya itu kepada Rasulullah saw. di saat beliau tengah berada di rumahnya. Namun Rasulullah saw. juga tidak menanggapinya sedikit pun. Kelompok Ummu Salamah masih juga belum berputus asa. Mereka tetap membujuk Ummu Salamah agar mau melakukannya sekali lagi. Dan lagi-lagi Ummu Salamah menuruti kehendak mereka. Untuk ketiga kalinya Ummu Salamah nmenyampaikan hal itu kepada Rasulullah saw. pada saat beliau berada di rumahnya. Dan kali ini rupanya Rasulullah saw. mau menanggapi. Beliau berkata kepada Ummu Salamah: ‘Jangan kamu sakiti aku tentang Aisyah. Sesungguhnya wahyu tidak turun kepadaku ketika aku berada dalam kain seorang wanita (istri) kecuali Aisyah.’ Seketika itulah Ummu Salamah berkata: ‘Aku bertobat kepada Allah karena telah menyakitimu, wahai Rasulullah.’ Kemudian anggota kelompok Ummu Salamah tersebut memanggil Fathimah putri Rasulullah saw. Mereka mengutus Fathimah supaya menyampaikan pesan kepada Rasulullah saw. yang isinya: ‘Sesungguhnya istri-istrimu mendambakan supaya berlaku adil khususnya menyangkut putri Abu Bakar.’ Mendengar pesan yang disampaikan putrinya itu Rasulullah saw. berkata: ‘Wahai putriku, apakah kamu tidak menyenangi akan apa yang aku senangi?’ Fathimah menjawab: ‘Tentu saja ayah.’ Fathimah lalu pulang dan menceritakan kepada mereka tanggapan Rasulullah saw. tersebut. Ketika mereka membujuk Fathimah supaya balik lagi menghadap Rasulullah saw., dia menolak. Salanjutnya mereka mendesak Zainab binti Jahasy. Meski dengan terpaksa, akhirnya Zainab mau juga menemui Rasulullah saw. dan berkata: ‘Sesungguhnya istri-istrimu mendambakanmu supaya berlaku adil dalam memperlakukan putri Abu Quhafah.’ Zainab mengucapkan kata-katanya itu dengan suara yang agak keras, sehingga terdengar oleh Aisyah yang kebetulan berada tidak jauh dari tempat itu. Aisyah sempat mencaci maki dalam hati. Kemudian Rasulullah saw. sejenak memandang Aisyah barangkali dia akan berbicara. Akhirnya Aisyah memang terpaksa berbicara untuk menangkis ucapan Zainab, sehingga Zainab terdiam dibuatnya. Selanjutnya Rasulullah saw. kembali memandangi Aisyah dan berkata: ‘Sesungguhnya dia adalah putri Abu Bakar.’”

Sahih Bukhari. Vol 3, Book 47. Gifts. Hadith 766.
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/h…tml#003.047.766

Narrated By ‘Aisha : Whenever Allah’s Apostle wanted to go on a journey, he would draw lots as to which of his wives would accompany him. He would take her whose name came out. He used to fix for each of them a day and a night. But Sauda bint Zam’a gave up her (turn) day and night to ‘Aisha, the wife of the Prophet in order to seek the pleasure of Allah’s Apostle (by that action).

Terjemahan:
Diriwayatkan oleh Aisha: Manakala Rasulullah ingin berpergian, dia akan mengundi siapa isterinya yang akan menemani dia. Dia akan membawa isteri yang namanya terundi. Dia biasanya menetapkan kepada setiap dari mereka satu hari dan satu malam. Tetapi Sauda bint Zam’a melepaskan (gilirannya) siang dan malam dia kepada Aisha, isteri Nabi, demi untuk mencari kesenangan Rasulullah (dengan perbuatan demikian)

Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 139.
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/h…tml#007.062.139

Narrated By ‘Aisha : Sauda bint Zam’a gave up her turn to me (‘Aisha), and so the Prophet used to give me (‘Aisha) both my day and the day of Sauda.

Terjemahan:
Diriwayatkan oleh Aisha: Sauda bint Zam’a melepaskan giliranya pada saya (Aisha) dan jadi Nabi memberi saya (Aisha) kedua hari saya dan hari dari Sauda.

[i]Sahih Bukhari. Volume 4, Book 55, Number 623:
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/h…tml#004.055.623

Narrated Abu Musa:
Allah’s Apostle said, “Many amongst men reached (the level of) perfection but none amongst the women reached this level except Asia, Pharaoh’s wife, and Mary, the daughter of ‘Imran. And no doubt, the superiority of ‘Aisha to other women is like the superiority of Tharid (i.e. a meat and bread dish) to other meals.”

Terjemahan:
Diriwayatkan Abu Musa:
Rasulullah berkata, “Banyak di antara lelaki mencapai (level) kesempurnaan tetapi tidak ada antara wanita yang mencapai levelini kecuali Asia, isteri Pharaoh, and Maryam, anak Imran. Dan tidak ada keraguan, keunggulan Aisha dari wanita lain seperti keunggulan Tharid (i.e. masakan dari daging dan roti) daripada masakan lain.”

Aisha = Makanan

Kasihan kamu hai muslimah….

Komentar oleh doel

@doel

Kalo analogi kamu tentang makanan……
Gimana domba-domba yg sudah tidak tersesat…..!!!

Walaupun domba2 udah di kandang….tetep aja domba….

Maaf….kalo domba biasanya kencing ditempat, beol ditempat, makan rumput sambil kencing dan beol.

Waduh sekali lagi maaf ya doel, saya tidak bermaksud meniru-niru lulusan universitas FFI kayak kamu, tapi terpaksa…..yah gimana lagi.

Komentar oleh Marshal

Salaam. Hasil penodaan Paulus terhadap ajaran Kristen, mengubah ajaran Yesus yang asal, nah ini yang jadinya terhadap umat Kristen selepas Paulus. Mengajar erti kasih konon, tetapi MENJAJAH negara orang lain dan mengutip hasil dari negara orang lain. Siapa ajar itu?

Penjajah2 itu lah yang menyebarkan agama Kristian ke sini. Cara penyebaran pun dah zalim, kerana itu lah umat Kristian sekarang ramai yang zalim pada orang2 Islam. Sejarahnya pun dah busuk.

http://hikmatun.wordpress.com/2008/08/21/sejarah-kemasukan-kristian-di-kepulauan-melayu-bahagian-1/

Komentar oleh Hikmatun

Iman Kristen berkata :

Tiap kaum penyembah berhala mempunyai kiblat ke tempat penyembahannya. Apakah Allah hanya bertempat tiggal di Ka’bah?

Mohon penjelasannya, Tuhan memberkati.

Ulasan -> Kaabah dijadikan sebagai kiblat hanyalah utk menyatukan hati hamba2Nya, dan sebagai simbol menyembah kepada yang satu iaitu ALlah S.w.t. Ketahuilah, ka’abah itu bersetentang dengan masjid para malaikat di langit, iaitu Baitul Makmur. Dan kami umat Islam dan para malaikat hanya MENYEMBAH TUhan yang SATU iaitu Allah S.w.t…….

Berlainan sekali dengan agama menyembah berhala, yang mana merata2 berhala itu ada. Yang besarnya, yang kecil nya hingga diletakkan dalam rumah dan dalam poket sekali pun. Merata2 mereka membawa sembahan mereka itu. Itu satu konsep yang bercelaru dan tidak ada disiplin. Logika akal pun mengatakannya begitu.

Sedangkan kami umat Islam hanya menyembah ALlah Tuhan Yang Satu, tiada 2 atau 3 nya. Tidak seperti kamu yang mengangkat Yesus menjadi Tuhan, astaghfirullah. Yesus selamanya tetap manusia dan hamba ALlah. Dia adalah makhluk, makhluk TIDAK AKAN menjadi TUHAN. TUHAN adalah pencipta, bukan apa yang dicipta. Jangan merendah2kan martabat Tuhan, buruk padahnya di akhirat nanti, na’uzubillah …….

http://hikmatun.wordpress.com/2008/08/21/2008/08/15/2008/08/08/2008/08/06/2008/05/26/jesus-nabi-isa-as-bukan-tuhan/

http://hikmatun.wordpress.com/2008/08/21/2008/08/15/2008/08/08/2008/08/06/2008/07/13/pembatas-kepalsuan-dan-kebenaran-bab-1-2/

Komentar oleh Hikmatun

Dari sekecil2 makhluk hinggalah ke sebesar2 makhluk semuanya memuji ALLAH. Bacalah artikelnya di link ini

From the tiniest to the biggest

Komentar oleh Hikmatun

@hikmatun.

TuH@n itu ada dimana saja.
Kalau mau sembahyang ngga perlu menghadap kaabah..
Setiap kali kalian sujud, kalian menyembah kabaah itu..

Ketahuilah. Dan bacalah.iqro!.

Kalian telah menjadikan kaabah sebagai simbol Allah.

alquran berkata : allah tidak ada sama seperti apapon..

Kalian begitu bangga dengan allah yang satu, tapi lupa dengan perintah quran yang lain :

===> ” Bunuhlah non muslim dimanapun mereka berada…”

SUDAHKAH ANDA MELAKSANAKAN PERINTAH INI …?

..
..
Dimana ada aku, pastilah dompetku juga ada disitu..

..
..
Salam damai jangan gembeng.

Komentar oleh jelasnggak

^
woi, jgn ngomporin, ntar aku jadi korban.

Komentar oleh adit38

@Jelasnggak

Kamu itu cuma tahu cerita ketika yesus mau disalib saja dengan pemaaf-annya thdp org yg mengeksekusinya, tapi sebenarnya di dalam ayat2 injil banyak ayat yg penuh cerita pornografi dan juga KEKERASAN yang juga dilakukan dan keluar dari mulut Yesus sendiri, tapi sayang justru andapun tidak ikut menirunya juga, sungguh bebal dan tertutup sekali mata hati kamu……

Kalau soal maaf-memaafkan terlalu banyak cerita org2 biasa yg mau memaafkan sesamanya walaupun dia begitu disakiti….nggak usah heran ya, karena siapapun bisa bersikap seperti itu, bagaimana tingkat keimanan mereka aja…..jadi janganlah suka menyombongkan diri atau seseorang yg terlalu berlebihan…..karena dari yg berlebihan itu akhirnya bisa berubah menjadi MENUHANKAN……ingat kisah Fira’aun..???

Komentar oleh Animemymouse

@ animemymouse

“..karena dari yg berlebihan itu akhirnya bisa berubah menjadi MENUHANKAN..”

pernah ngaca mas? ;)

Komentar oleh dyver

@ hikmatun

maaf, anda dr Malaysia?

tolong katakan pd saudara2 muslim Anda di Malaysia, jgn nyiksa saudara-saudaranya sendiri yg dr Indonesia.. ;)

Komentar oleh dyver

@ marshal

“..kalo domba biasanya kencing ditempat, beol ditempat, makan rumput sambil kencing dan beol..”

berarti….makan kotoran sendiri y?
berarti sama dgn org yg ngejilat ludah sendiri?
yg blg “gw sumpah..” trz blg “eh, gk jadi deh..”?

parah benar kalo ada orang kaya gitu.. :(

Komentar oleh dyver

Ya …kalau kita melihat dan kita baca bahwa Islam pengikut Muhammad sangat benci kepada orang Yahudi/Israel dan umat Kristen. Saya berulang kali membaca di surat kabar, mualaf, ustad, dan pendakwah Islam dalam renungan Al-Quran mereka mengatakan bahwa Yahudi/Israel dan Kristen adalah kafir . Dan apabila umat Islam bisa membunuh Yahudi/Israel dan Kristen mereka akan mendapat pahala besar do sisi Allah SWT. Kalau kita renungkan sebentar…bukankah Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah Israel di dalam Tuhan Yesus Kristus yang menciptakan langit, bumi, dunia dan segala isinya dan semua yang ada di dalamnya…?

Komentar oleh sahabat gembala

Saya mau kasih koment nih.. Kami umat Kristen jelas mendoakan dan memohon berkat kepada Tuhan Yesus Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Bapa kami di sorga agar Israel/Bangsa Yahudi diberkati dan dilindungi Allah Tuhan Raja Semesta Allah. Siapakah yang dapat melawan Allah Israel? Bangsa Mesir dan prajurit-prajurit Firaun dibinasakan Tuhan karena melawan TUHAN ALLAH ISRAEL. Saya mau bertahu bahwa oleh keturunan Abraham, Ishak dan Yakublah yaitu bangsa Israelah bumi ini mendapat berkat dari Allah Sang pencipta. Jadi bagi mereka yang mengutuk Israel adalah anti Kristus/musuh ALLAH/Iblis. Dan tempatnya akan terkutuk di Neraka Jahanam. (Bdk Bil 24 : 9, Kej 3:12, Roma 11). Israel adalah kekasih ALLAH/YAHWEH/TUHAN ALLAH RAJA SEMESTA ALAM. Israel adalah umat pilihan, Biji mata TUHAN. Hanya Tuhan Yang dapat menghukum hamba-Nya Israel, biji mata-Nya..

Komentar oleh sahabat gembala

Sebegitu putus asanya kristen sehingga harus terus-terusan berbohong, tapi biarlah…
kebenaran itu tidak akan bisa disembunyikan, seperti rumput yang semakin ditebas semakin lebat tumbuhnya.
Pada kenyataannya Islam berkembang dengan pesat, terutama di BARAT. Semakin banyak fitnah terlontar semakin banyak yang masuk Islam. Sementara mereka yang meninggalkan Islam biasanya orang-orang miskin yang bodoh, yang menjual iman mereka demi sekardus indomie atau janji muluk beasiswa. Jadi kalau kristen harus MEMBELI umatnya dengam indomie atau beasiswa, umat Islam datang sendiri GRATIS!!!
dengan cara yang gratis pula tanpa misionaris bla bla bla…..
sorry yah kristen umat bodoh, makanya disebut domba,cocok banget memang tai & makanan jadi satu persis kaya bible!!!
yang di baca junk, maka kelakuannya juga junk!

Komentar oleh Yo

saya nggak habis pikir melihat kalian dengan segala cara terus saja melakukan kebohongan publik padahal Taurat Musa sendiri tidak pernah sama sekali menyebut-nyebut (apalagi mengamarkan) tentang Alqurqn, begitu juga dengan Injil. Justru didalam tafsir alquran ada diungkapkan perintah supaya umat islam percaya pada Taura, Injil, Zabur dan juga kitab Amsal Sulaiman. Itu berarti menunjukkan bahwa Taurat dan Injil adalah induk alqur’an. Dan memang jelas! dari tahun sejarahnya saja jauh sebelum islam ada sudah lebih dulu ada Yudaism dan setelah itu Kristen yang terakhir. Apa nggak malu tuh…. berani mengatakan islam sumber kebenaran, sementara tentang kebenaran saja Muhammad berkiblat ke taurat dan Injil. Sudahlah… biarkan umat dengan luas hati mencari kebenaran didalam Taurat dan Injil tanpa harus menghalang-halangi mereka yang rindu mengenal Allah Pencipta langit dan bumi.

Orang Kristen nggak pernah sibuk tuh mengurus alquran, orang islam aja yang suka kebakaran jenggot kalo Alkitab dikupas habis,toh yang dibahas orang Kristen kitabnya sendiri, tapi orang islam sewot setengah mati. Karena apa orang Kristen nggak mau ngurusin alquran???
waste time… Nggak mutu…cuma nambah-nambah dosa ngejelekin agama orang lain.
Kalo kalian punya prinsip agamamu… agamaku….. Cobalah praktekkan. Gitu2 biarpun kalian mendekriditkan iman kristen, tapi iman Kristen BERANI MENJAMIN MANUSIA MASUK SURGA…. PERTANYAAN SAYA: APAKAH ADA JAMINAN KESELAMATAN DIDALAM IMAN ISLAM??? JAWABANNYA KLISE SAJA ALAHUALLAM

Komentar oleh ester

Astagfirullah al’azim… apa benar begtu??? Muhammad berani menyelewengkan tata cara ibadahnya demi “mengikis habis” penyembah2 berhala??. Padahal kalian mengaku nabi Muhammad menerima wahyu dari allah swt, kok berani ya tata cara ibadahnya diselewengkan oleh seorang nabi demi (yang kata anda) “mengikis habis”.Apakah memang agama isalam “membenarkan” tindakan nabi tersebut demi suatu “kebenaran”.

Kebenaran macam apa yang anda maksudkan jika demi mencapai kebenaran itu segala cara dihalalkan???. Dan satu hal lagi yang anda perlu tahu background (JAngan Sok Tahu) mengapa Yesus mengusir para penjual kaki lima dari halaman bait Allah,itu karena Dia tidak setuju/marah rumah Allah dijadikan tempat jualan makanya dia jungkirbalikkan meja penjualan dan segala macam tempat transaksi jual beli termasuk temapat penukar uang. Jadi tidak ada korelasi dan relevansi dengan yang Muhammad lakukan. Nauzubillah minzallib, jauh panggang dari api, justru Yesus tidak pernah membenarkan pengikutnya yang memancung telinga tentara Romawi yang hendak menangkap Yesus, sekalipun pengikutnya melakukan itu untuk membela imannya.

Kebenaran tidak perlu dipolitisir, tidak perlu diatambah2 atau dikurang2i. Biarka dia pada porsinya. Kalo kita tidak bisa menerima kebenaran, kebenaran juga tidak akan pernah memaksa kita untuk mempercayai dia. Kalo setan saja bisa menyamar menjadi malaikat terang, apakah manusia bisa mengetahuinya???.Mudah2n tidak ada lagi manusia yang tersesat mebaca statement para komentator diatas.

Komentar oleh dona

pengen tanya :
kenapa kabah di tutup pke warna hitam itu?

mang apa isi di dalamnya?
kok kayak di rahasiakan gtu?

jadi komentarnya cepet2 naek haji az dl, bier tau kepastiannya biz kalo denger dari orang mah sama aj dengan di doktrinkan..

jdi cepet 2 y?

truz saran 1 lg : di sana tempat yang gak boleh lihat keatas, lihat aja dl.( maaf, bkan melanggar aturan di sana tapi kan cari informasi lah. jadi kalo gak langgar aturan yang berlaku mana bisa tau )

keep spirit…

Komentar oleh rahmat

nabi..itu adalah manusia biasa..sebagaimana mestinya manusia..kesalahanya…di perbesarkan..dan sesunguhnya..setan disekelilingmu …terus membuat keraguan2.,sebagai contoh nabi ibrahim berapa istrinya.?. nabi daud berapaistrinya..? mengapa nabi muhammad di hina beliau kan juga nabi,nabi itu diberi kan kelebihan atau keistimewaan..oleh allah..dan ketahuilah bahwa nabi diturunkan kedunia memiliki tanda-tandanya…keistimewaan…coba liat nabi muhhammad…beliau adalh nabi..semakin lama ajaranya berkembang seperti isa,musa,pada saat itu,…hadis hadisnya..telah terbukti pada saat ini..kehadiranya telah di ramalkan sebelum oleh nabi2 terdahulu mis muhhammad..ni saya mau kasih tau yang sebenarnya..nabi diturunkan dan diberikan mukzizat oleh allah ..sesuai dengan masa yang di alami kaumnya agar mereka bertakwa…nabi isa di berikan oleh allah..dapt menghiudupkan org mati,menyembuhkan mata yang buta..karna pada saat itu telah berkembang ilmu pengobatan ,tongkat nabi musa..berubah jadi ular..karna pada saat itu banyak penyihir-penyihir firaun,muhammad diberi ilmu pengetahuan yang baik oleh alloh..,.nabi muhhammd..untuk menghilangkan kebudayaan bngsa arab yang suka mengundi,membunuh,berzina,sembah berhaladll..maka nabi mengubah adat itu sedikit demi sedikit..melalui pendekatan…setan itu selalu menggangu terutama para nabi tapi tetap diberi petunjuk allah,..apakah isa pernah di goda setan? pernah kan tapi ia tidak tergoda..bgtu juga muhhamd ingatlah hadis nabi muhhammad tentang hari zaman kita akan di benci..sebelum kita mengikuti agama mereka..dan ingatlah kita sesungguhnya manusia yang tidak tahu apa tentang kehendak allah …sekarang ini agama agama selalu mengejek..mereka itu tidak tahu..bahwa berdebat,menulis ,komentar..itu dari hawa nafsunya sendiri…kembalilah pada allah swt

Komentar oleh hamba allah..

Makanya Muh pilih ALLAH, yang sebenarnya = Dewa Bulan = Berhala
Baca2 nih http://www.chick.com/reading/tracts/0042/0042_01.asp

Komentar oleh Tamu Nih

Eh, ini link bahasa Indonesianya, biar gampang bacanya.
ALLAHnya Muh = Dewa Bulan
http://www.chick.com/reading/tracts/1663/1663_01.asp

Komentar oleh Tamu Nih




Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>