Diarsipkan di bawah: Belajar Makna | Tag: Islam, Kasih, Keadilan, Kristen, Versus
Agama–terutama agama-agama besar dunia–merupakan gerakan kritik pada upaya penistaan atas manusia. Jika prinsip-prinsip dasar ajaran ini menjadi muatan dakwah dan misi Islam dan Kristen, maka kedua agama itu bisa saling melengkapi dan mempersyaratkan. Yang diuntungkan dari dakwah dan misi seperti ini tentu bukan hanya umat Islam dan Kristiani, melainkan seluruh umat manusia, terutama yang tertindas atau teraniaya.
Islam dan Kristen adalah dua agama paling gencar dalam menyampaikan ajaran-ajarannya ke tengah masyarakat. Penyampaian ajaran itu dalam Islam disebut dakwah, dan dalam Kristen disebut misi atau pengabaran injil. Dalam Islam, perintah penyebaran ajaran itu tertuang dalam Alqur’an dan hadits Nabi Muhammad. Allah berfirman, “Ajaklah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmat-kebijaksanaan, nasehat yang baik, dan dialog yang konstruktif (wa jadilhum billati hiya ahsan)” [QS, al-Nahl (16): 125]. Nabi Muhammad pun pernah bersabda, “Sampaikanlah sekalipun satu ayat dari ajaranku” [ballighu `anni walaw ayatan].
Sementara dalam Kristen, Matius 28: 19-20 adalah ayat yang paling kerap dijadikan pegangan sebagai landasan pengabaran itu. Yesus berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Pada dasarnya, pengabaran ajaran agama adalah baik. Saya percaya, baik di dalam Alqur’an maupun Injil, terkandung nilai-nilai kemanusiaan yang universal, seperti perintah berbuat adil, mengasihi-mencintai sesama, maupun membantu kelompok-kelompok lemah-tertindas. Tidak ada agama yang datang sebagai ekspresi kesenangan dan kenikmatan hidup. Agama–terutama agama-agama besar dunia–merupakan gerakan kritik pada upaya penistaan atas manusia. Jika prinsip-prinsip dasar ajaran ini menjadi muatan dakwah dan misi Islam dan Kristen, maka kedua agama itu bisa saling melengkapi dan mempersyaratkan. Yang diuntungkan dari dakwah dan misi seperti ini tentu bukan hanya umat Islam dan Kristiani, melainkan seluruh umat manusia, terutama yang tertindas atau teraniaya.
Namun, tak bisa disangkal, bahwa di dalam kitab-kitab itu tercantum pula partikular-partikular ajaran yang sekiranya diimplementasikan secara harafiah akan potensial menimbulkan petaka dan ketegangan antar-umat beragama. Dengan ayat-ayat partikular itu, tak sedikit orang berpendirian perihal pentingnya melakukan islamisasi dan kristenisasi. Banyak orang bangga dan merasa puas ketika berhasil mengkristenkan atau mengislamkan orang lain. Seakan pahala Tuhan ada dalam genggaman begitu seseorang berhasil membaptis dan men-syahadat-kan orang lain, tak peduli walau itu dilakukan dengan paksaan dan intimidasi. Untuk mengukuhkan agendanya itu, Matius 28 pun disitir lepas dari konteksnya. Begitu juga, tidak sedikit tokoh Islam dengan menyitir satu-dua ayat Alqur’an yang memerintahkan mengungguli umat agama lain dengan alasan mereka kafir dan musyrik.
Mengabarkan dan mendakwahkan ayat-ayat yang eksklusif-radikal seperti itu jelas kontra-produktif bagi terciptanya kerukunan umat beragama di Indonesia. Hemat saya, yang perlu dikabarkan buat bangsa Indonesia yang lagi mengalami multi-krisis bukan Matius 28, melainkan Matius 19: 16-20 yang memuat ajaran kasih dan etika sosial. Disebutkan, “Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata; ’Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?’ Jawab Yesus: ’Apa sebabnya engkau bertanya kepadaku tentang apa yang baik? Hanya satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah’. Orang itu kembali bertanya kepada-Nya, ’Perintah yang mana?’ Kata Yesus, ’Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihanilah sesamu manusia seperti dirimu sendiri’.”
Yesus Kristus pernah ditanya seorang ahli Taurat tentang hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat. Yesus menjawab,”Kasihanilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.” Lalu Yesus ditanya kembali tentang hukum kedua yang sama dengan itu. Yesus menjawab, “Kasihanilah sesamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” [Matius 22: 36-40]. Ayat-ayat itu sebagai bukti kuat keberpihakan dan komitmen Kristen terhadap tegaknya etika sosial dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Di tengah angka pengangguran, kebuta-hurufan, dan kemiskinan yang tinggi di Indonesia, ayat-ayat dalam Injil tersebut makin menemukan relevansi dan signifikansinya untuk diterapkan.
Selanjutnya, dalam konteks Indonesia yang lembek dalam penegakan hukumnya, umat Islam lebih relevan mendakwahkan ayat-ayat keadilan Alqur’an ketimbang ayat-ayat yang menyuruh membunuh orang-orang kafir dan kaum musyrik. Allah berfirman, “Berbuat adillah karena keadilan itu lebih dekat pada ketakwaan” (QS, al-Ma’idah [5]: 8). Penegakan keadilan yang dikehendaki Alqur’an meliputi keadilan sosial, ekonomi, politik, dan keadilan di bidang hukum. Allah menegaskan, keadilan merupakan ukuran kualitas ketakwaan seseorang. Alqur’an pun mengatakan bahwa penegakan keadilan itu bukan hanya spesifik syariat Islam, melainkan juga mencakup pada seluruh syariat agama-agama semitik lainnya.
Sekiranya ayat-ayat pembebasan yang lebih diutamakan sebagai materi dakwah-misi para pengkhotbah agama di Indonesia, saya kira ketegangan yang kerap menyertai hubungan antar-umat beragama di Indonesia bisa dikurangi. Sebab, fokus perhatian muballigh dan missionaris tidak lagi pada penambahan jumlah keanggotaan suatu agama, melainkan pada kerja sama untuk advokasi dan pembebasan masyarakat tertindas. Namun, jika tetap tak ada perubahan fokus pada misi dan dakwah Islam dan Kristen, maka kekisruhan yang menyertakan penganut dua agama tersebut akan tetap sulit untuk akhiri. Untuk itu, kita tidak hanya perlu menelaah kembali makna dakwah, misi atau pengkabaran Injil, tapi juga perlu melakukan reorientasi dan perubahan fokusnya.
Penulis: Abd Moqsith Ghazali
Sumber: http://islamlib.com/id/artikel/reorientasi-dakwah-islam-dan-pengabaran-injil/
Komentar Iman Kristen:
Terima kasih atas pengakuan anda atas inti agama Kristen adalah Kasih dan inti agama Islam adalah Keadilan. Sekilas memang demikian…, tetapi saya akan telaah lebih dalam lagi.
Perjanjian Lama berisikan keadilan Allah tanpa jalan keluar. Perjanjian Baru berisikan jalan keluar dari Murka dan Keadilan Allah melalui Kristus. Disinilah kasih Allah diberikan untuk “menampung” keadilan Allah.
Islam hanya memperkuat Perjanjian Lama namun kurang mengerti makna Kasih dalam Perjanjian Baru sehubungan dengan Perjanjian Lama.
Semoga anda semakin jernih menelaahnya.
Salam.
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Benarkah tidak ada “KASIH” di dalam ajaran Islam?
Komentar oleh otonesia Oktober 20, 2008 @ 5:22 pmTentu ada…, kan Quran bersumber dari Alkitab (kitab kasih)…, tapi sayangnya Muhammad menambah-nambahkan dengan ide PL.
Salam.
Komentar oleh imankristen Oktober 21, 2008 @ 4:49 amMaksud Anda bikin blog ini apa sih?
Komentar oleh Ucrit Oktober 23, 2008 @ 1:03 amTerima kasih atas kehadiran Ucrit…,
Dalam dunia kebebasan untuk berpendapat ini…, maka belajar multi disiplin itu merupakan suatu keharusan.
Bebas berpendapat…, tapi tidak bebas adalah untuk memukul, membunuh dan segala macam kekerasan akibat kebebasan berpendapat itu.
Berpendapat dengan data-data yang bisa dipertanggung-jawabkan adalah hak publik untuk mengetahuinya.
Belajarlah hingga ke negeri china…, mulailah dengan blog ini. Semoga bermanfaat demi perkembangan KEBENARAN SEJATI.
Salam.
Pesan:
Komentar oleh imankristen Oktober 23, 2008 @ 1:44 amDipersilahkan memberikan argumentasi anda yang logis. Silahkan berbeda pendapat, diijinkan seluas-luasnya di blog ini, asalkan dengan argumentasi yang baik dan ada referensinya.
kemarin saya mampir ke situs http://malay.bismikaallahuma.org, tidak seperti blog ini ketika saya berkomentar dan menunjukkan deretan bukti-bukti…. tulisan saya tidak di approve jadi sangat kentara klo situs ini (http://malay.bismikaallahuma.org) tidak berkeadilan seperti situsnya mas iman kristen, klo memang bener islam berlandaskan keadilan, apakah tindakan si pemilik blog tersebut bisa dikatakan adil?? saya rasa sangat jauh dari yang diuraikan oleh para tokoh di islamlib.com, saya harap mas Iman Kristen dapat mengunjungi situs ini klo ada kesempatan dan memberikan tanggapan disana. thks
Komentar oleh doel November 2, 2008 @ 3:59 pmAku tau maksudnya bikin blog ini. Pasti mau nyari domba-domba. Angon wedhus mas?hehe..
Komentar oleh Gondhes November 6, 2008 @ 2:59 amKalo mo cari pengikut jangan bawa2 agama orang lain dong mas.
To doel…
Thanks atas sharing anda. Yah…, begitulah blog muslim pada umumnya…, karena seekor singa tidak mungkin mengeong (pus… pus…). Tulisan blog ini umumnya pelajaran dari islamlib.
==========================================
To Gondhes…
Kalau hati anda tergerak dan mengerti islam yang benar setelah membaca blog ini, harap anda jangan menolak kebenaran yang sedang bekerja “membenahi” diri anda.
Tapi kalau anda tidak setuju, silahkan berikan komentar anda. Saya percaya kalau anda memang yakin dengan kebenaran islam anda, tentu tidak sulit bagi anda untuk berkomentar.
Kalau anda tidak mencounter tulisan di blog ini dengan argumentasi anda, maka kesimpulannya adalah: islam anda salah dan penjelasan islam di blog ini benar.
Salam.
Komentar oleh imankristen November 6, 2008 @ 5:11 amTentu ada…, kan Quran bersumber dari Alkitab (kitab kasih)…, tapi sayangnya Muhammad menambah-nambahkan dengan ide PL.
Hik Hik, ngapain juga kamu malah mengadu PL sama PB. Lha memangnya PL bukan Kitab Suci. Kalo bukan mengapa masih dipake. Ayat2nya juga masih sering dibahas.
Komentar oleh lovepassword November 8, 2008 @ 10:19 pmLha kalo Muhammad menambahkan PB dengan PL, malah lengkap dong tafsir Alkitab kamu itu. Hi Hi hi.
[...] Itu bisa saja, caranya: rubah arah anda. Silahkan pelajari pandangan Abd Moqsith Ghazali di http://belajarmuslim.wordpress.com/2008/10/19/kasih-versus-keadilan/ dan mengerti “arah” yang sesungguhnya pada [...]
Ping balik oleh Kasih : Yesus vs Muhammad « Islam Kristen: Sebuah Perbandingan November 20, 2008 @ 10:05 pmYesus bersabda: “Aku adalah Kasih. Akulah Sumber Kasih Utama, maka janganlah melawan Aku. Datanglah kepada-Ku. Benamkanlah dirimu dalam Aku, sebab Aku samudera Kelemah-lembutan dan Damai. Seraplah semuanya dari Hati Kudus-Ku untuk mengisi penuh hatimu. Aku akan mempercantik dirimu. Aku akan menyempurnakan engkau. Mari dan makanlah dari Aku, dan engkau akan hidup selama-lamanya. Sebab Aku Roti Hidup, Roti Kehidupan”.
Komentar oleh Jiwa_haus September 26, 2009 @ 5:35 am