Diarsipkan di bawah: Tokoh Islam | Tag: Fatwa Islami, Fatwa Modern, Fatwa yang baik
Dalam konteks umat Islam yang masih dibelenggu doktrin fikih klasik, kelompok atau individu yang sudah divonis “murtad”, “kafir”, atau “sesat” berarti telah dihalalkan untuk dibunuh! Secara sewenang-wenang, mereka menggunakan sebaris hadis, ”man baddala dînahu faqtulûhu” (“barang siapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah ia”). “Mengganti agama” dimaknai murtad, kafir, atau sesat. Fatwa tersebut seperti vonis dalam pengadilan in absentia, tanpa klarifikasi dan pembelaan, dengan dakwaan sepihak.
Koran Tempo, Jum’at, 23 September 2005
Rubrik Opini (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Tokoh Islam | Tag: Fata Islami, Fatwa yang jujur, pentingnya fatwa
Sebagai penganut ajaran yang paling benar sedunia akhirat, sebagai ulama yang penuh percaya diri, ya memang harus selalu kuatir, karena keimanan umat yang kuat itu gampang sekali tergoda oleh hal macam apapun. Wajar sekali bila kita selalu waspada dan selalu ingin mengharamkan apapun yang dikhawatirkan dapat menggoda iman dan mengurangi jumlah umat.
Karena itu niat Ulama Malaysia untuk mewaspadai dan mengharamkan Yoga (karena katanya dari ajaran Hindu) perlu didukung. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Tokoh Islam | Tag: Fatwa baik, fatwa buruk, Fatwa Islami
Islam tidak mengenal lembaga klerikal yang terpusat yang menentukan kata putus dalam segala hal yang berurusan dengan soal agama. Dalam Islam tak dikenal lembaga terpusat yang bisa memaksakan satu pendapat kepada seluruh umat. Sebuah fatwa, meskipun dikeluarkan oleh ratusan atau (bahkan) ribuan ulama, tetap saja hanyalah sebuah pendapat saja. Umat boleh mengikuti, boleh pula mengabaikan. Sebuah fatwa bisa ditentang oleh fatwa lain.
KERAPKALI kita membaca fatwa-fatwa yang menghebohkan. Beberapa hari lalu, ulama di Malaysia mengharamkan yoga. Sebagian besar ulama Saudi hingga sekarang mengharamkan perempuan untuk menyetir mobil. Beberapa ulama Saudi juga melarang perempuan memakai “bra” karena hal itu bisa menipu laki-laki, seolah-olah dia memiliki payudara yang besar, padahal belum tentu demikian, dan karena itu bisa dianggap sebagai menipu. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Tokoh Islam | Tag: Gus Dur, Kristen dan Islam, Toleransi beragama
Pola pandang dan sikap yang terus menghargai perbedaan dalam kerangka keragaman etnis, budaya, dan agama di Indonesia, masih tetap manjadi ciri khas KH. Abdurrahman Wahid, mantan orang nomor satu di negeri ini. Kyai nyentrik yang akrab disapa Gus Dur itu, kembali mengingatkan pentingnya menolak penyeragaman cara pandang, sikap, maupun perilaku dalam beragama dan bernegara di negeri ini.
KH Abdurrahman Wahid, mantan orang nomor satu di negeri ini, kembali mengingatkan pentingnya menolak penyeragaman cara pandang, sikap, dan perilaku dalam beragama dan bernegara. Berikut wawancara M. Guntur Romli dan Alif Nurlambang dengan Gus Dur di Radio Utan Kayu pekan lalu. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Tokoh Islam | Tag: Belajar Islam, Pelajaran Islam, Rahasia Islam
Pengetahuan kita amatlah terbatas, sehingga kita tidak bisa berlagak laiknya Tuhan. Hanya Tuhan lah Tuhan. Sementara kita di atas bumi ini harus menciptakan sebuah tatanan masyarakat di mana kita dapat berbeda, berdebat, dan bertentangan satu sama lain secara damai, beradab dan tanpa rasa takut. Jika kita melakukan itu, berarti kita sedang memuja Tuhan, karena dengan demikian berarti kita menyadari bahwa hanya Allah-lah yang memiliki kebenaran mutlak.
Akhir bulan April 2008 lalu, Irshad Manji berkunjung ke Jakarta untuk meluncurkan terjemahan buku bestseller internasionalnya, The Trouble with Islam Today. Edisi bahasa Indonesianya berjudul “Beriman Tanpa Rasa Takut”, (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Tokoh Islam | Tag: Debat Islam, Good Moslem, Tokoh Muslim
Irshad is Director of the Moral Courage Project at New York University. It aims to develop leaders who will challenge political correctness, intellectual conformity and self-censorship. In the best spirit of liberal education, the Moral Courage Project teaches that rights come with responsibilities, that we are citizens rather than members of mere tribes, and that meaningful diversity embraces different ideas and not just identities.
Through her commitment to Muslim reform, Irshad is putting these principles into practice. She is the internationally best-selling author of The Trouble with Islam Today: A Muslim’s Call for Reform in Her Faith. Her book has been published in almost 30 countries, including Pakistan, India and Lebanon. In April 2008, it was released in Indonesia. (lagi…)